Malang | Koranbangsa.com — Komitmen meningkatkan mutu pembelajaran terus diperkuat Universitas Islam Raden Rahmat Malang melalui Workshop Revitalisasi Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang digelar pada Sabtu (18/4/2025). Agenda ini menjadi langkah strategis untuk memastikan kurikulum selaras dengan kebutuhan zaman sekaligus mengokohkan visi kampus sebagai khayra ummah university.
Kegiatan yang diinisiasi Bidang I (Akademik) tersebut diikuti dekanat, ketua program studi, dan Gugus Jaminan Mutu (GJM). Selama satu hari penuh, peserta memfokuskan pembahasan pada peninjauan dan penguatan kurikulum agar lebih adaptif, terukur, dan relevan dengan dinamika masyarakat serta dunia kerja.
Rektor Unira Malang, KH. Imron Rosyadi Hamid, Ph.D menegaskan bahwa revitalisasi kurikulum adalah bagian dari perbaikan berkelanjutan.
“Kurikulum bukan hanya soal konten, tetapi juga metodologi dan arah pembelajaran yang harus selaras dengan realitas sosial,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan, pemerintah, asosiasi program studi, civitas akademika, hingga pengguna lulusan, agar capaian pembelajaran benar-benar mencerminkan kebutuhan riil di lapangan.
Workshop menghadirkan dua narasumber berpengalaman, RR Eko Sisetyarini dan Husamah. Prof. Eko mengulas landasan yuridis dan filosofis OBE beserta tantangannya, sementara Dr. Husamah menyoroti aspek implementatif dan praktik baik (best practices) integrasi capaian pembelajaran dengan aktivitas akademik mahasiswa.
Dalam pendekatan OBE, learning outcomes menjadi indikator utama keberhasilan. Pencapaian tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga prestasi konkret mahasiswa, mulai dari kompetisi hingga kontribusi nyata di masyarakat sesuai bidang keilmuannya.
Pendekatan ini sejalan dengan visi khayra ummah, melahirkan generasi unggul yang berintegritas, peduli, dan berdampak. Dengan demikian, keberhasilan kurikulum tidak berhenti pada angka kelulusan, tetapi pada sejauh mana lulusan memberi kemanfaatan bagi publik.
Workshop ini menjadi pijakan awal untuk penyusunan dokumen, panduan, dan kebijakan internal implementasi OBE di Unira Malang. Ke depan, kurikulum diharapkan tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga menjadi instrumen nyata dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, relevan, dan bermanfaat.
Sementara itu, Dekan FISIP Unira Malang, Husnul Hakim Sy, MH. menyambut positif kegiatan ini. Menurutnya, penguatan kapasitas dosen dalam menyusun kurikulum OBE menjadi kunci menghadapi dinamika pendidikan tinggi dan tuntutan dunia kerja.
“Dunia pendidikan tinggi bergerak cepat. Pembaruan kurikulum adalah keniscayaan agar lulusan kita tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini,” tegasnya.












