Jakarta | Koranbangsa.com — Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor, Addin Jauharuddin, menyampaikan pesan mendalam dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-66 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Melalui unggahan di media sosialnya, tokoh yang juga merupakan Ketua Umum PB PMII masa khidmat 2011-2014 ini merefleksikan perjalanan panjangnya selama berproses di organisasi berlambang perisai kuning tersebut.
Addin menekankan bahwa keterlibatan dalam organisasi bukan sekadar mengejar posisi struktural, melainkan tentang investasi nilai dan kematangan diri.
Organisasi sebagai Kawah Candradimuka
Menurut Addin, jabatan dalam struktur organisasi memiliki batas waktu yang bisa dihitung. Namun, apa yang ditinggalkan setelah masa jabatan usai adalah hal yang jauh lebih penting.
“Kita semua pernah melewati masa-masa berorganisasi, tapi satu hal, bahwa berorganisasi itu nggak lama umurnya. Jabatan kita di struktur organisasi itu bisa dihitung dengan waktu. Tapi karya, pengabdian kita, proses belajar, itu yang terus abadi,” tulis Addin.
Ia menggambarkan PMII sebagai gudang ilmu tempat para kader mempelajari berbagai aspek kehidupan, mulai dari teori buku, metodologi, teknik membangun jejaring (networking), hingga kolaborasi antar-kelompok.
Berproses dari Nol
Mengenang masa lalunya, Addin bercerita bahwa jati diri PMII tidak pernah hilang dari dirinya. Ia menegaskan bahwa pencapaiannya saat ini merupakan hasil didikan keras dan konsisten di PMII, di mana ia merangkak dari tingkatan paling bawah.
“Berproses dari nol, mulai Komisariat, Cabang, PKC, kemudian PB, hingga pernah menjadi Ketua Umum PB PMII. Ini semua bukan perjalanan yang mudah,” ungkapnya.
Baginya, organisasi adalah tempat utama untuk menempa mental dan kepemimpinan. Ia percaya bahwa pemimpin tidak lahir secara instan, melainkan dibentuk melalui pengalaman panjang yang melibatkan kesabaran, kematangan, dan kedewasaan dalam mengambil keputusan.
Harapan untuk Kader PMII
Menutup pesannya, Addin memberikan ucapan selamat sekaligus kobaran semangat bagi seluruh kader PMII di seantero negeri agar terus bergerak menuju cita-cita mulia organisasi.
“Selamat Harlah ke-66, Pergerakanku. Semoga kita terus tumbuh. Ayo terus bergerak menuju manusia Ulul Albab,” pungkasnya.
Pesan ini menjadi pengingat bagi generasi muda PMII bahwa ketahanan hidup dan kedewasaan hanya bisa diraih melalui proses belajar yang tekun dan pengabdian yang tulus di dalam organisasi.












