Berita  

Mahasiswa KKN-T UNIRA Hidupkan Kampung Dolanan Toyomarto sebagai Pusat Edukasi Budaya Anak

Malang | Koranbangsa.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Kelompok 11 menghadirkan ruang edukasi budaya melalui kegiatan Outbound Permainan Tradisional di Kampung Dolanan Bodean Putuk, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kamis (5/2/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari program kerja utama KKN-T Kelompok 11 dalam mengembangkan Kampung Dolanan Toyomarto sebagai wadah pembelajaran budaya sekaligus sarana pelestarian permainan tradisional di tengah gempuran era digital.

Outbound tersebut dibuka langsung oleh Kepala Desa Toyomarto dan diikuti oleh pelajar dari sejumlah sekolah di wilayah sekitar. Para peserta diajak mengenal kembali permainan tradisional seperti congklak, gasing, dan egrang, yang kini mulai jarang dimainkan akibat dominasi penggunaan gawai di kalangan anak-anak.

Tak hanya menghadirkan permainan tradisional, Kampung Dolanan Toyomarto juga dirancang sebagai kawasan edukatif berbasis kearifan lokal. Di lokasi ini tersedia area camp ground serta berbagai aktivitas pembelajaran budaya, mulai dari pembuatan mainan dari bahan alam sekitar, pengenalan nilai-nilai budaya Jawa, hingga seni wayang suket yang menjadi kesenian khas Desa Toyomarto.

Salah satu mahasiswa KKN-T UNIRA Kelompok 11, Mekel Ali, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian generasi muda terhadap pelestarian budaya lokal.
“Pelestarian budaya sangat penting agar permainan dan kesenian tradisional tidak hilang, serta tetap dikenal dan dicintai oleh generasi muda,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan oleh Ita, guru pendamping peserta kegiatan. Menurutnya, kegiatan outbound di Kampung Dolanan memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena anak-anak bisa belajar sambil bermain, melatih kerja sama, dan mengenal budaya di luar lingkungan kelas,” katanya.

Melalui program ini, mahasiswa KKN-T UNIRA berharap Kampung Dolanan Toyomarto dapat terus berkembang menjadi destinasi edukasi dan wisata budaya yang berkelanjutan, sekaligus menjadi ruang bermain yang sehat dan bermakna bagi anak-anak berbasis kearifan lokal. (*)