Berita  

Pemdes Toyomarto Bersama Mahasiswa KKN-T UNIRA Kenalkan Wayang Suket kepada Pelajar SD

Malang | Koranbangsa.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Kelompok 11 mengikuti kegiatan edukasi budaya wayang suket di SDN 3 Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, pada Senin (2/2/2026). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Desa Toyomarto dan mahasiswa KKN-T sebagai bagian dari program rutin desa dalam upaya pelestarian budaya lokal.

Edukasi budaya tersebut bertujuan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya daerah yang mulai jarang dikenal, khususnya wayang suket yang merupakan kesenian rakyat berbahan dasar rumput kering dan berasal dari Desa Toyomarto. Dalam kegiatan ini, siswa-siswi SDN 3 Toyomarto diperkenalkan dengan permainan tradisional serta nilai-nilai budaya yang terkandung dalam seni wayang suket.

Tidak hanya menerima materi pengenalan, para siswa juga diajak mempraktikkan secara langsung pembuatan wayang suket. Dengan pendampingan mahasiswa KKN-T UNIRA dan pelaku seni lokal, siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan, mulai dari membentuk tokoh wayang hingga menghiasnya secara sederhana.

Selain itu, siswa juga diperkenalkan dengan proses pertunjukan wayang di balik layar. Anak-anak mempraktikkan cara memainkan wayang suket secara sederhana dengan menirukan peran dalang, menggerakkan tokoh wayang, serta menyusun alur cerita singkat. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung kepada siswa mengenai proses pertunjukan wayang tradisional.

Kegiatan edukasi budaya tersebut turut melibatkan pelaku seni lokal Malang, salah satunya Mbah Rahardjo. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam upaya pelestarian kebudayaan. Menurutnya, keterlibatan pelaku seni, pemerintah desa, dan kalangan akademisi menjadi kunci agar budaya lokal dapat terus berkembang dan dikenal oleh generasi berikutnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Toyomarto, Anas, menyampaikan bahwa kegiatan edukasi wayang suket merupakan program rutin Pemerintah Desa yang dilaksanakan setiap bulan. Program ini bertujuan untuk mengedukasi generasi muda sekaligus menegaskan bahwa wayang suket merupakan budaya asli Desa Toyomarto yang perlu dilestarikan. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diharapkan dapat mengenal dan memahami budaya daerahnya sejak usia dini.

Kegiatan edukasi budaya ini juga sejalan dengan program kerja mahasiswa KKN-T UNIRA Kelompok 11, yakni pengembangan Kampung Dolanan berbasis edukasi. Melalui pengenalan permainan tradisional dan seni budaya lokal seperti wayang suket, diharapkan Kampung Dolanan dapat menjadi ruang belajar yang edukatif, kreatif, dan berkelanjutan bagi anak-anak, sekaligus menjadi upaya pelestarian kearifan lokal Desa Toyomarto. (*)