Berita  

PL2P FISIP Unira Malang Teguhkan Komitmen Pendidikan Inklusif melalui Pendampingan ABK dan Orang Tua

Malang | Koranbangsa.com – FISIP Unira Malang melalui Pusat Layanan Laboratorium Psikologi (PL2P) terus meneguhkan komitmennya dalam mendorong pendidikan inklusif melalui kegiatan kolaboratif bersama keluarga besar SLB BC Kepanjen. Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional dan Hari Ibu, dengan menghadirkan ruang kreasi, terapi edukatif, serta Focus Group Discussion (FGD) pendampingan orang tua Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), Selasa 30/12/2025 di hall KH. Moh Said Unira Malang.

Kegiatan tersebut dirancang sebagai pendekatan holistik pendidikan inklusif, yang tidak hanya berfokus pada pengembangan kemampuan anak di lingkungan sekolah, tetapi juga pada penguatan peran keluarga sebagai pendamping utama dalam proses tumbuh kembang ABK.

Kepala Pusat Layanan Laboratorium Psikologi (PL2P) FISIP Unira Malang, Lutfiatuz Zuhro, M.Psi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata peran perguruan tinggi dalam menghadirkan pendidikan yang ramah, adil, dan berpihak pada kebutuhan anak disabilitas. Menurutnya, pendidikan inklusif tidak dapat berjalan optimal tanpa keterlibatan aktif orang tua dan keluarga.

“Melalui kegiatan kreasi, terapi edukatif, serta FGD orang tua, kami ingin membangun sinergi yang kuat antara perguruan tinggi, sekolah, dan keluarga. Pendampingan yang berkelanjutan akan sangat menentukan keberhasilan pendidikan dan perkembangan ABK,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SLB BC Kepanjen menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin dengan PL2P FISIP Unira Malang. Ia menilai kegiatan ini memberikan dampak positif bagi siswa maupun orang tua. Anak-anak mendapatkan ruang aman untuk mengekspresikan potensi dan kreativitasnya, sementara orang tua memperoleh pendampingan yang dibutuhkan dalam memahami karakter dan kebutuhan anak.

“Kolaborasi ini sangat membantu. Anak-anak bisa berkarya dan berinteraksi secara positif, sementara orang tua mendapatkan penguatan pengetahuan dan emosional dalam mendampingi anak di rumah,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Nanik Ulfa, praktisi pendidikan inklusif dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unira Malang, menegaskan pentingnya peran keluarga dalam pendidikan ABK. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan intervensi pendidikan dan terapi di sekolah sangat dipengaruhi oleh pendampingan yang konsisten di lingkungan keluarga.

“Orang tua adalah mitra utama dalam pendidikan inklusif. Melalui FGD ini, kami berharap orang tua semakin percaya diri, memiliki pemahaman yang utuh, serta mampu membangun pola pendampingan yang tepat bagi anak-anak mereka,” jelasnya.

Rangkaian kegiatan meliputi ruang kreasi siswa, bazar karya, serta game edukasi berbasis terapi yang dirancang untuk melatih aspek motorik, kognitif, sosial, dan emosional anak. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif, melibatkan siswa, guru, mahasiswa, serta orang tua secara aktif.

Melalui kegiatan ini, PL2P FISIP Unira Malang berharap dapat terus memperluas praktik baik pendidikan inklusif berbasis kolaborasi dan pengabdian kepada masyarakat. Sekaligus meneguhkan peran perguruan tinggi dalam mendukung pemenuhan hak, potensi, dan masa depan Anak Berkebutuhan Khusus, khususnya di Kabupaten Malang. (*)