MALANG | KORANBANGSA.COM – Jumat malam (5/9/2025), Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Malang, H. Abdulloh Satar, SE, MM., atau yang akrab disapa Abah Satar, mendapat kunjungan istimewa dari artis dangdut populer Cak Shodiq Monata. Kedatangan pelantun bersuara khas serak basah itu dilakukan bersama sang istri dan putrinya sekitar pukul 19.30 WIB di kediaman Abah Satar.
Menurut Abah Satar, kunjungan Cak Shodiq dilakukan secara spontan tanpa agenda khusus. Kehadiran vokalis utama Orkes Melayu Monata tersebut sekaligus menjadi ajang silaturahmi setelah sebelumnya diundang panitia untuk mengisi hiburan di acara Pasar Rakyat Terongdowo Tempoe Doeloe.
“Saya senang dengan kehadiran beliau meski tidak direncanakan. Tadi kebetulan lewat rumah, lalu diajak panitia mampir untuk bersilaturahmi. Tidak ada agenda khusus, hanya berbincang tentang situasi di Kabupaten Malang dan perkembangan di DPRD,” ujar Abah Satar.
Dalam perbincangan hangat itu, Abah Satar menjelaskan kondisi Kabupaten Malang relatif kondusif meski di berbagai daerah tengah marak aksi unjuk rasa yang berujung anarkis.
“Alhamdulillah, di Kabupaten Malang aksi-aksi unjuk rasa baik di DPRD maupun di Mapolres berjalan aman dan damai,” tambahnya.
Sementara itu, Cak Shodiq berbagi cerita tentang perkembangan dunia hiburan dangdut. Ia mengaku dalam beberapa bulan terakhir jadwal manggungnya menurun akibat maraknya acara check sound dan pertunjukan mberot yang dianggap mengurangi antusiasme masyarakat terhadap konser musik dangdut.
“Biasanya di bulan Agustus sampai September, jadwal penuh bahkan bisa dua sampai tiga panggung dalam sehari. Tapi sekarang agak sepi,” ungkap Cak Shodiq.
Meski begitu, Cak Shodiq tetap aktif mengisi berbagai acara, khususnya yang digelar oleh PKB maupun Nahdlatul Ulama. Setelah sukses tampil dalam peringatan Satu Abad NU, ia kerap mendapat undangan dari berbagai pondok pesantren di Jawa maupun luar Jawa.
Menariknya, dalam setiap kesempatan tersebut, dirinya sering diminta membawakan lagu-lagu perjuangan karya Rhoma Irama.
Silaturahmi hangat tersebut ditutup dengan harapan agar kerja sama antara seniman dan tokoh masyarakat terus terjalin, sekaligus menjaga suasana kebersamaan di tengah masyarakat Kabupaten Malang.












