MALANG | KORANBANGSA.COM — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 03 Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang sukses menyelenggarakan Workshop Desain Grafis dengan tema “Waktunya Gen Z Kreatif, Belajar Desain Jadi Lebih Asik.” Acara ini diadakan pada Sabtu, 23 Agustus 2025, pukul 09.20 hingga 12.00 WIB, bertempat di Kantor Balai Desa Rejoyoso, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan keterampilan digital para siswa setingkat SMA/SMK/MA. Partisipasi aktif terlihat dari perwakilan tiga sekolah, yaitu MA Progresif Zainul Ulum, SMK Assalam, dan MA Al-Islam.
Acara dibuka dengan sambutan hangat oleh Zainal Abidin, perangkat desa Rejoyoso. Beliau berpesan kepada seluruh peserta agar tidak pernah pilih-pilih dalam menuntut ilmu, karena pengetahuan yang diperoleh hari ini akan sangat dibutuhkan di masa depan.
Koordinator Desa, Wilga Sultani, juga menyampaikan harapannya agar para peserta berpartisipasi maksimal.
“Workshop desain grafis ini merupakan wadah bagi teman-teman untuk berkreasi, memvisualisasikan ide dalam bentuk karya desain, baik pamflet atau banner,” ujarnya.
Pemaparan Materi dan Praktik Bersama
Dipandu oleh M. Said Ramadhan, salah satu mahasiswa KKN-T 03 UNIRA Malang, workshop ini terasa sangat interaktif. Said membekali peserta dengan materi yang mudah dipahami, mulai dari dasar-dasar desain, elemen penting, hingga pengenalan aplikasi populer seperti Canva, Adobe Photoshop, Adobe Illustrator, CorelDraw, dan lain-lain. Workshop dibagi menjadi dua sesi, yaitu penyampaian materi dan praktik langsung menggunakan aplikasi Canva.
Peserta dengan desain terbaik langsung mendapatkan penghargaan dari panitia, yang menambah semangat mereka dalam berkarya.
Desain Grafis untuk Semua Kalangan
Said Ramadhan menegaskan bahwa desain grafis bukan lagi hal eksklusif untuk orang kota atau profesional.
“Dengan alat sederhana, masyarakat desa pun bisa membuat desain untuk promosi usaha, acara, atau kegiatan mereka,” tutur Said.
Pernyataan ini disambut baik oleh para peserta. Salah satunya, Ria Aulia Ramadhani dari SMK Assalam, yang mengungkapkan kesan positifnya.
“Senang sekali, menambah ilmu dan pengetahuan. Kalau bisa, ingin ikut lagi,” ungkap Ria.
Komunitas Kreatif Jadi Kunci Keberlanjutan
Lebih dari sekadar acara satu hari, workshop ini memiliki dampak jangka panjang. Untuk menjaga semangat belajar tetap menyala, para siswa yang terlibat dibentuk menjadi komunitas anak muda Rejoyoso yang berfokus pada desain. Komunitas ini akan dibimbing langsung oleh perangkat desa. Dengan adanya inisiatif ini, diharapkan semua anak muda di Rejoyoso bisa terus mengembangkan bakat kreatif mereka dan bersama-sama menjadikan desa lebih maju di era digital.












