Malang | Koranbangsa.com — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh tenaga pendidik madrasah. Rachmita Aulia Mekatronika Arifin, S.Pd., guru MTsN 6 Malang, berhasil meraih penghargaan Best 2 Kategori Inovasi Media dalam Kompetisi Nasional Inovasi Media Pembelajaran Berbasis IT untuk Guru Madrasah Tahun 2026. Capaian tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kreativitas dan inovasi guru dalam mengembangkan media pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi.
Kompetisi yang diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Informatika MTs-MA Jawa Timur bekerja sama dengan Departemen Teknologi Informasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tersebut berlangsung pada 3 November 2026 di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur.
Persaingan dalam kompetisi ini terbilang kompetitif. Dari total 202 pendaftar, sebanyak 20 peserta berhasil lolos seleksi dan ditetapkan sebagai finalis untuk mengikuti tahapan presentasi karya. Rachmita menjadi salah satu finalis yang memperoleh kesempatan memaparkan inovasi media pembelajaran hasil pengembangannya di hadapan tim penilai.
Melalui tahapan penilaian tersebut, Rachmita berhasil menempati posisi Best 2 pada Kategori Inovasi Media. Atas capaian itu, ia memperoleh penghargaan berupa vandel dan piagam sebagai bentuk apresiasi terhadap karya inovatif yang dipresentasikan.
Keikutsertaan Rachmita dalam kompetisi tingkat nasional ini berawal dari inisiatif pribadi untuk terus mengembangkan media pembelajaran berbasis teknologi sekaligus memperkenalkan potensi dan kapasitas MTsN 6 Malang. Karya yang diusung dalam kompetisi tersebut adalah PEKA (Penjelajah Kemungkinan dan Peluang), sebuah media pembelajaran matematika berbasis web yang dirancang khusus untuk membantu peserta didik memahami materi peluang.
PEKA dikembangkan dengan pendekatan pembelajaran interaktif melalui aktivitas eksplorasi dan simulasi percobaan peluang. Dengan memanfaatkan berbagai fitur yang tersedia, peserta didik dapat melakukan simulasi, mengamati beragam kemungkinan hasil percobaan, serta memahami konsep peluang melalui pengalaman belajar yang lebih partisipatif.
Tidak hanya mengandalkan fitur simulasi, PEKA juga dilengkapi dengan fitur TUP-AI yang mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai salah satu instrumen pendukung pembelajaran. Integrasi teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman belajar yang lebih variatif dan relevan dengan perkembangan teknologi digital.
Pengembangan PEKA memiliki orientasi pedagogis untuk memberikan alternatif penyajian materi matematika yang tidak semata-mata bertumpu pada penjelasan konseptual dan latihan perhitungan. Lebih dari itu, media ini mendorong keterlibatan aktif peserta didik melalui kegiatan eksplorasi, simulasi, dan pengamatan terhadap berbagai kemungkinan dalam suatu percobaan.
Dalam sesi presentasi final, Rachmita memaparkan secara komprehensif latar belakang pengembangan PEKA, karakteristik dan fitur-fitur yang tersedia, hingga implementasinya dalam proses pembelajaran matematika. Pemaparan tersebut menjadi bagian dari proses penilaian terhadap inovasi media pembelajaran yang dikembangkan dan dipresentasikan oleh para finalis dalam kompetisi nasional tersebut.
Penghargaan yang diraih Rachmita sekaligus menjadi representasi apresiasi terhadap kontribusi guru madrasah dalam mendorong inovasi di bidang teknologi pendidikan. Kompetisi ini juga menjadi ruang aktualisasi dan diseminasi gagasan bagi para pendidik untuk memperkenalkan berbagai alternatif media pembelajaran yang inovatif, kreatif, serta dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik pembelajaran di lingkungan madrasah.
Melalui inovasi PEKA, pengembangan teknologi pembelajaran diharapkan dapat terus memperoleh ruang dalam proses transformasi pendidikan madrasah. Pemanfaatan teknologi informasi, termasuk kecerdasan buatan, menjadi salah satu alternatif strategis untuk memperkaya metode pembelajaran, khususnya dalam menghadirkan pembelajaran matematika yang lebih interaktif, eksploratif, dan selaras dengan dinamika perkembangan zaman.
Prestasi ini sekaligus memperlihatkan bahwa guru madrasah memiliki ruang dan kapasitas untuk berkontribusi dalam pengembangan inovasi pendidikan berbasis teknologi di tingkat nasional. (*)










