Berita  

MAPABA XV PMII Rayon Pemberontak Pandhawa: Dari Kesunyian Menuju Kebijaksanaan, Dari Kebijaksanaan Menuju Cahaya Pergerakan

Malang | Koranbangsa.com — Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Pemberontak Pandhawa, Komisariat Raden Rahmat Malang, menyelenggarakan kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) XV yang bertempat di Balai Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang. Kegiatan ini mengusung tema filosofis “Saking Sepi Dumadi Wicaksana, Saking Wicaksana Dumadi Cahya” yang memiliki makna bahwa dari kesunyian lahir kebijaksanaan, dan dari kebijaksanaan lahir cahaya.

Tema tersebut merepresentasikan sebuah perjalanan intelektual dan spiritual seorang mahasiswa dalam menemukan jati dirinya. Kesunyian dimaknai sebagai ruang refleksi untuk mengenali diri, membangun kesadaran, serta menumbuhkan keberanian dalam berpikir. Sementara kebijaksanaan merupakan hasil dari proses belajar, pengalaman, dan pergulatan pemikiran yang kemudian diharapkan mampu menjadi cahaya penerang bagi lingkungan dan masyarakat.

MAPABA sebagai jenjang kaderisasi formal pertama dalam PMII bukan sekadar kegiatan penerimaan anggota baru, melainkan menjadi gerbang awal bagi mahasiswa untuk mengenal identitas, nilai, ideologi, serta arah perjuangan organisasi. Melalui proses kaderisasi ini, peserta diharapkan tidak hanya mengenal PMII secara struktural, tetapi juga mampu memahami PMII sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan intelektualitas, penguatan spiritualitas, dan penumbuhan kepekaan sosial.

Kegiatan MAPABA XV ini turut dihadiri oleh sejumlah senior Rayon Pemberontak Pandhawa, di antaranya Sahabat Muhammad Mahrum dan Sahabat Ahmad Ismuaji. Kehadiran para senior menjadi bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan kaderisasi sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan antargenerasi dalam tubuh organisasi. Pengalaman dan perjalanan para senior diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi kader-kader baru untuk terus berproses dan menjaga nilai-nilai perjuangan PMII.

Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Ketua Komisariat Raden Rahmat, Sahabat Santra Eda Yudha, bersama Ketua Cabang PMII, Sahabat Syahrul Majid. Kehadiran kedua pimpinan tersebut menjadi bentuk dukungan dan perhatian terhadap proses regenerasi kader di lingkungan PMII, khususnya Rayon Pemberontak Pandhawa.

Dalam semangat kekeluargaan dan keberlanjutan perjuangan, para senior menyampaikan harapan agar anggota baru tidak menjadikan MAPABA sebagai titik akhir dari sebuah proses, melainkan sebagai titik awal perjalanan panjang dalam organisasi. Menjadi kader PMII berarti bersedia untuk terus belajar, menempa diri, memperluas wawasan, serta membangun keberanian dalam menghadapi berbagai persoalan sosial. Para kader baru juga diharapkan mampu menjaga ikatan persaudaraan, menghormati proses, dan tidak mudah menyerah dalam menjalani dinamika organisasi.

Sementara itu, Ketua Komisariat Raden Rahmat, Sahabat Santra Eda Yudha, diharapkan dapat menekankan bahwa PMII harus menjadi ruang pertumbuhan bagi setiap kader. Organisasi bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan wadah untuk membangun kesadaran, mengembangkan potensi, dan membentuk karakter mahasiswa yang memiliki tanggung jawab terhadap agama, bangsa, dan masyarakat. Kader baru hendaknya tidak hanya bangga menjadi bagian dari PMII, tetapi juga mampu membuktikan keberadaannya melalui kontribusi dan tindakan nyata.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Cabang PMII, Sahabat Syahrul Majid, diharapkan memberikan penegasan bahwa keberlangsungan organisasi sangat ditentukan oleh kualitas kaderisasinya. Kaderisasi bukan hanya tentang melahirkan anggota baru, tetapi juga tentang mempersiapkan generasi yang memiliki kedalaman intelektual, kematangan emosional, keteguhan ideologis, serta keberanian mengambil peran dalam menjawab tantangan zaman. Kader PMII harus mampu menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar menjadi penonton atas berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

Lebih jauh, tema “Saking Sepi Dumadi Wicaksana, Saking Wicaksana Dumadi Cahya” menjadi pesan reflektif bagi seluruh peserta bahwa setiap perjalanan besar selalu dimulai dari proses yang tidak mudah. Kesunyian bukanlah tanda ketidakberdayaan, melainkan ruang untuk menemukan kesadaran. Kebijaksanaan bukan sekadar tentang banyaknya pengetahuan, melainkan kemampuan memahami realitas dan menentukan keberpihakan. Adapun cahaya merupakan simbol kebermanfaatan, yakni ketika ilmu, nilai, dan kesadaran mampu memberikan perubahan bagi kehidupan.

Melalui MAPABA XV ini, Rayon Pemberontak Pandhawa Komisariat Raden Rahmat Malang kembali meneguhkan komitmennya dalam merawat tradisi kaderisasi dan menjaga estafet perjuangan organisasi. Harapannya, anggota baru yang telah mengikuti proses MAPABA mampu tumbuh menjadi kader yang berkarakter, berintegritas, kritis, progresif, serta memiliki keberpihakan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

Sebab, PMII tidak membutuhkan kader yang hanya pandai mengucapkan salam pergerakan, tetapi membutuhkan kader yang mampu menghidupkan nilai-nilai pergerakan dalam pikiran, perkataan, dan tindakan.

Dari kesunyian kita belajar mengenali diri. Dari kebijaksanaan kita belajar memahami kehidupan. Dan dari keduanya, kita hadir sebagai cahaya bagi peradaban.

Salam Pergerakan!

Hidup PMII ! ✊🏻
HIDUP🔥
Hidup PMII Rayon Pemberontak Pandhawa ! ✊🏻
HIDUP🔥
Sewana karya budi Sakti ! ✊🏻
Pancanaka 🔥