Malang | Koranbangsa.com – Semangat berbagi dan kepedulian sosial mewarnai peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah melalui kegiatan “Muharram Ceria”, sebuah acara santunan bagi anak yatim dan piatu yang digelar pada Kamis (25/6/2026) di Gudang Mas, Jalan Trunojoyo, Gondanglegi Kulon, Kabupaten Malang.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Rumah Djuang (RD) HSM bersama Sayap Mas tersebut berhasil menghadirkan sekitar 1.460 anak yatim dan piatu dari berbagai wilayah di Kabupaten Malang. Ribuan anak tampak antusias mengikuti rangkaian acara yang dikemas secara hangat dan penuh kebersamaan sebagai bentuk perhatian kepada mereka yang membutuhkan kasih sayang serta dukungan sosial dari masyarakat.
Momentum bulan Muharram yang dikenal sebagai bulan penuh kemuliaan dalam tradisi Islam dimanfaatkan oleh para penyelenggara untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian, solidaritas, dan semangat berbagi. Tidak hanya menjadi agenda sosial tahunan, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk memperkuat ikatan kemanusiaan antara masyarakat, relawan, dan anak-anak yatim yang menjadi penerima manfaat.
Sejak pagi hari, lokasi kegiatan telah dipadati peserta dan relawan yang bekerja sama memastikan seluruh rangkaian acara berjalan dengan tertib. Selain penyerahan santunan, kegiatan juga diisi dengan berbagai hiburan edukatif dan motivasi yang bertujuan memberikan kebahagiaan serta pengalaman berkesan bagi para anak yatim dan piatu yang hadir.
Perwakilan Rumah Djuang (RD), Ibu Nasuha, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial sekaligus ikhtiar untuk menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim di momentum Muharram.
“Semoga acara santunan ini bisa membawa barokah dan manfaat bagi anak-anak yatim,” ujar Ibu Nasuha.
Menurutnya, perhatian terhadap anak yatim tidak boleh berhenti pada pemberian bantuan materi semata, melainkan juga harus diwujudkan dalam bentuk pendampingan moral, pendidikan, serta dukungan sosial yang berkelanjutan. Dengan demikian, mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang optimis, mandiri, dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Pelaksanaan kegiatan ini juga menunjukkan kuatnya budaya gotong royong yang masih hidup di tengah masyarakat Malang. Keterlibatan berbagai pihak, mulai dari relawan, donatur, hingga komunitas sosial, menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap sesama tetap menjadi nilai penting yang dijaga bersama.
Di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat, kegiatan santunan seperti Muharram Ceria menjadi pengingat bahwa kebahagiaan dapat tumbuh dari tindakan sederhana berupa berbagi dan saling membantu. Kehadiran ribuan anak yatim dalam kegiatan tersebut sekaligus menjadi refleksi bahwa mereka membutuhkan perhatian kolektif dari seluruh elemen masyarakat.
Melalui kegiatan Muharram Ceria, Rumah Djuang HSM dan Sayap Mas berharap semangat berbagi pada bulan Muharram tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu menginspirasi lebih banyak pihak untuk terus menebarkan manfaat bagi sesama. Dengan kepedulian yang terus dirawat, diharapkan semakin banyak anak yatim dan piatu yang dapat merasakan kehangatan, kasih sayang, serta dukungan untuk menatap masa depan dengan penuh harapan.












