Malang | Koranbangsa.com — Komitmen penguatan demokrasi partisipatif kembali ditegaskan melalui kolaborasi strategis antara Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia dan Komisi II DPR RI. Keduanya menggelar kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih berkelanjutan di wilayah Malang Raya sebagai upaya sistematis meningkatkan kesadaran politik masyarakat.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua sesi, yakni di Hall Solaris Malang pada Senin (13/4/2026) dengan melibatkan masyarakat dari Kecamatan Pakis dan Tumpang, serta di Hall El Hotel Karangploso pada Selasa (14/4/2026) yang diikuti warga Kecamatan Singosari dan Lawang. Agenda ini menjadi bagian dari strategi edukasi publik berbasis komunitas yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas partisipasi pemilih, tidak hanya secara kuantitatif tetapi juga substantif.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ali Ahmad, yang akrab disapa Gus Ali, sebagai Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PKB Daerah Pemilihan Jawa Timur V Malang Raya. Turut mendampingi, perwakilan Kesekretariatan KPU RI Indra Budi, serta jajaran KPU Kabupaten Malang yang dipimpin Ketua Abdul Fatah bersama anggota Askari dan Mahardika. Dari unsur kesekretariatan, hadir Sekretaris KPU Kabupaten Malang Arif beserta staf, sementara Arif Rahman Wahyudi didapuk sebagai narasumber utama.
Dalam penyampaiannya, Gus Ali menegaskan pentingnya membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam proses demokrasi.
“Pendidikan pemilih bukan sekadar agenda seremonial, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas demokrasi kita. Partisipasi masyarakat harus dilandasi pemahaman yang utuh, sehingga mampu melahirkan pilihan politik yang rasional dan bertanggung jawab,” ujar Gus Ali.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas inisiatif KPU dalam menggandeng berbagai pemangku kepentingan, termasuk legislatif, untuk memperluas jangkauan edukasi politik hingga ke tingkat akar rumput.
“Saya berharap peserta yang hadir tidak hanya menjadi pemilih yang cerdas, tetapi juga mampu menjadi agen literasi demokrasi di lingkungan masing-masing. Demokrasi yang kuat lahir dari masyarakat yang sadar, kritis, dan berintegritas,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Malang Abdul Fatah menekankan bahwa program pendidikan pemilih berkelanjutan merupakan bagian integral dari mandat kelembagaan dalam menjaga kualitas penyelenggaraan pemilu.
Kegiatan berlangsung dinamis dengan sesi dialog interaktif antara peserta dan narasumber. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan kritis yang mencerminkan meningkatnya kesadaran politik masyarakat. Acara kemudian ditutup dengan pemberian doorprize sebagai bentuk apresiasi kepada peserta yang aktif dan berprestasi selama sesi berlangsung.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun ekosistem demokrasi yang lebih inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan, sejalan dengan cita-cita mewujudkan pemilu yang berintegritas di Indonesia. (*)












