Sinergi dalam Karya: Jejak Pengabdian KKN Melalui Pembuatan Papan Pesan Budaya

KUCUR, DAU, MALANG – Keindahan alam Lembah Gunung Sari (LGS) di Desa Kucur, Kecamatan Dau, kini kian diperkaya dengan sentuhan artistik mahasiswa. Pada Kamis (29/01/2026), sebanyak 17 mahasiswa yang tergabung dalam KKN-T Kelompok 15 sukses melaksanakan program Point of Interest (POI) Development (pengembangan tempat menarik). Program ini berupa pembuatan instalasi papan pesan budaya yang estetik guna memperkuat identitas wisata lokal.

Kegiatan ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan upaya sinergis untuk meningkatkan daya tarik wisata, menyambut wisatawan dengan hangat, serta menyisipkan edukasi lingkungan yang selaras dengan alam.
Proses Kreatif: Mengolah Bambu Menjadi Karya Seni
Mahasiswa Kelompok 15 menerapkan standar teknis yang mendetail dalam pengerjaan instalasi ini. Dimulai dari Tahap Perencanaan, tim memilih bambu tua yang sudah kering sempurna agar konstruksi kokoh dan tidak mudah bubukan. Alat-alat seperti gergaji, amplas,plitur,meteran hingga tali rami disiapkan untuk merangkai material alam tersebut.

Pada Tahap Produksi, bambu dipotong menjadi dua tiang utama setinggi 2,5 meter dan beberapa bilah papan tulisan berukuran 60-70 cm. Permukaan bambu diamplas hingga halus agar serat tajam hilang dan warna alaminya menonjol. Sebagai sentuhan akhir (finishing), lapisan plitur diaplikasikan agar instalasi mengkilap dan tahan terhadap cuaca ekstrem pegunungan.
Pesan Budaya dan Estetika Hand-Lettering
Keunikan instalasi ini terletak pada teknik lettering-nya. Dengan gaya tulisan tangan yang estetik, mahasiswa melukiskan kata-kata penyambutan menggunakan cat putih yang kontras. Pesan-pesan yang diusung antara lain:
“Selamat Datang”
“Lepaskan Lelah”
“Temukan Tenang”
“Temukan Cerita”
“Segarkan Badan”
“Tenangkan Hati”
Setelah proses pengecatan, bilah-bilah bambu dirakit menggunakan tali rami dengan teknik ikat simpul yang rapi, memastikan setiap papan pesan tergantung secara simetris dan presisi.
Instalasi Kokoh dan Tahan Lama
Pemasangan dilakukan dengan memperhatikan keberlanjutan. Tim menggali lubang sedalam 30-40 cm dan melakukan pengecoran menggunakan campuran semen serta batu koral agar tiang tidak mudah roboh.

“Agar lebih tahan lama, bagian bawah bambu yang masuk ke tanah kami beri perlakuan khusus agar tidak mudah lapuk oleh kelembapan tanah atau serangan rayap,” ujar salah satu anggota KKN-T Kelompok 15 (Indi Syafira Jamila).
Dampak Bagi Pariwisata Desa Kucur
Melalui kegiatan POI Development ini, Lembah Gunung Sari diharapkan menjadi destinasi yang tidak hanya menawarkan kesegaran udara, tetapi juga kenyamanan batin bagi pengunjungnya. Jejak pengabdian mahasiswa KKN-T Kelompok 15 ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara akademisi dan potensi desa mampu menciptakan karya yang fungsional sekaligus menginspirasi.

Penulis: Indi Syafira Jamila
Lokasi: Wisata LGS, Desa Kucur, Kab. Malang

(sumber.laporan KKN-T kelompok 15 UNIRA Malang)

tempat Wisata Berita : Lembah Gunung Sari (LGS)
Judul : Sinergi dalam karya: jejak pengabdian KKN melalui pembuatan papan pesan Budaya
Nama Kegiatan : point of interest (POI) Development
Penyelenggaraan Kegiatan : LGS di desa kucur, kecamatan Dau ,Kabupaten Malang
Tanggal Kegiatan : Kamis, 29 Januari 2026
Lokasi Kegiatan : LGS ds. Kucur kec. Dau kab. Malang
Kegiatan yang dilakukan :
Peserta Kegiatan : KKN-T kelompok 15 ( 17 anggota )
Tujuan kegiatan : 1. Meningktakan daya tarik wisata
2. penyambutan wisatawan