Malang | Koranbangsa.com — Perayaan Hilang Tahun ke-14 Pesantren Luhur Baitul Hikmah berlangsung semarak dengan agenda Ngaji Literasi bersama Maman Suherman. Kegiatan yang digelar di aula pesantren tersebut menjadi salah satu acara paling menyedot perhatian, diikuti lebih dari seratus peserta dari kalangan santri, alumni, mahasiswa, hingga pegiat literasi.
Diskusi dipandu oleh Azizah Zamzam, dosen STF Al-Farabi, yang menghadirkan suasana dialogis dan reflektif. Sejak awal, Kang Maman—sapaan akrab Maman Suherman—mengajak peserta memaknai literasi secara lebih luas, melampaui sekadar aktivitas membaca dan menulis.
“Literasi itu ngerti, ngerasa, dan ngelakoni,” tegas Kang Maman di hadapan peserta.
Menurutnya, literasi seharusnya berdampak nyata pada cara berpikir, bersikap, mengambil keputusan, hingga menjalani kehidupan sehari-hari.
Dalam sesi pemaparannya, Kang Maman juga berbagi pengalaman panjangnya sebagai jurnalis dan penulis. Ia mengulas sepuluh prinsip jurnalisme modern yang relevan bukan hanya bagi calon jurnalis, tetapi juga bagi siapa saja yang ingin berpikir jernih, kritis, dan bertanggung jawab di tengah arus informasi yang kian deras.
Suasana diskusi kian hidup ketika sesi tanya jawab dibuka. Beragam pertanyaan kritis dilontarkan peserta dari latar belakang yang beragam. Untuk menambah semangat, Kang Maman memberikan door prize berupa buku-buku karyanya kepada sepuluh penanya terbaik, di antaranya Dan Janda Itu Adalah Ibuku dan Re dan Perempuan.
Panitia menyampaikan bahwa kegiatan Ngaji Literasi ini menjadi jembatan penting antara dunia pesantren dan publik literasi nasional. Kehadiran figur nasional seperti Kang Maman dinilai memberi inspirasi kuat bahwa tradisi literasi dapat tumbuh dan berkembang dari ruang mana pun, termasuk pesantren.
Melalui kegiatan ini, Pesantren Luhur Baitul Hikmah kembali menegaskan komitmennya untuk menjadikan literasi sebagai bagian integral dari pendidikan spiritual dan intelektual santri, sekaligus memperkuat peran pesantren sebagai pusat pengembangan pemikiran dan kebudayaan. (*)












