Berita  

Hebat! Siswa MI Ash-Shodiq Malang Berhasil Kalahkan 327 Peserta Olimpiade Bahasa Inggris

Malang | Koranbangsa.com — Kegagalan tak selalu berakhir dengan kesedihan. Bagi Raqilla Maulidan Fatah, atau akrab disapa Lydan, kegagalan justru menjadi pemicu lahirnya prestasi baru. Siswa kelas VI Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ash-Shodiq, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang ini, sempat tersisih pada Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025 bidang Matematika. Namun, ia bangkit dan berhasil menorehkan prestasi di bidang lain.

Nama Lydan kini mencuat setelah lolos babak penyisihan Olimpiade Bahasa Inggris 2025 tingkat nasional yang diselenggarakan Rumah Pintar. Dari total lebih dari 327 peserta se-Indonesia, Lydan tampil gemilang dengan hanya melakukan dua kesalahan dari 20 soal yang dikerjakan.

“Alhamdulillah, sangat bersyukur bisa lolos babak penyisihan. Target selanjutnya harus bisa memberikan hasil terbaik,” ungkap Lydan penuh semangat, Minggu (28/9/2025).

Berjuang di Tengah Persaingan Ketat
Tidak mudah bagi Lydan untuk bisa menembus babak final. Ia harus bersaing dengan ratusan siswa Madrasah Ibtidaiyah dari berbagai daerah. Tekad dan kerja kerasnya menjadi kunci hingga ia mampu bertahan dan melangkah ke babak selanjutnya yang akan digelar pada 12 Oktober 2025 mendatang.

Zakiya, guru Bahasa Inggris MI Ash-Shodiq, menyampaikan rasa bangganya atas capaian muridnya itu.
“Olimpiade Bahasa Inggris ini ajang bergengsi. Peserta tidak hanya diuji kemampuan akademis, tetapi juga kepercayaan diri, kemampuan berpikir kritis, serta sportivitas. Lydan menunjukkan semua itu dengan baik,” terang Zakiya.

Menurutnya, prestasi Lydan menjadi bukti bahwa siswa MI Ash-Shodiq mampu bersaing di tingkat nasional. “Kami berharap ini menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus berusaha meraih mimpi,” tambahnya.

Dukungan Keluarga
Semangat juang Lydan tak lepas dari dukungan orang tuanya. Abdul Fattah, ayah Lydan yang juga Ketua KPU Kabupaten Malang, mengaku sangat bangga dengan prestasi sang buah hati.

“Sebagai orang tua saya bangga sekali. Lydan memiliki semangat tinggi dan pantang menyerah. Capaian ini berkat kerja kerasnya, bimbingan guru, dan doa keluarga. Saya akan selalu mendukung perjuangannya,” ujarnya.

Kini, siswa kelahiran Malang, 8 Januari 2014 itu, tengah mempersiapkan diri menghadapi babak final. Tekadnya hanya satu: mengukir prestasi terbaik dan membawa nama baik sekolah serta daerahnya di kancah nasional. (*)