MALANG | KORANBANGSA.COM – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Raden Rahmat kembali menunjukkan denyut gerakannya dengan menggelar konsolidasi di Gedung PC Fatayat Kabupaten Malang, Kepanjen pada Senin pagi (1/10/2025). Kegiatan ini menghadirkan lima rayon kebanggaan, yakni Cakrawala Sabda Palon, Pemberontak Pandhawa, Penggerak Gajah Mada, Babat Jagad Tjokorda, dan Pembela Al-Asy’ari, yang menjadi tulang punggung komisariat Raden Rahmat.
Agenda konsolidasi ini tidak sekadar formalitas, tetapi menjadi ruang dialektika untuk membicarakan arah gerak PMII di lingkungan Universitas Islam Raden Rahmat, sekaligus membedah problem administrasi pasca peralihan kepengurusan rayon. Diskusi berlangsung hangat, penuh dinamika, namun tetap mengedepankan semangat kolektif untuk memperkuat barisan gerakan.
Dalam forum diskusi, Ketua Komisariat PMII Raden Rahmat, Heru Purnomo, menegaskan pentingnya mengikis ego sektoral dan memperkuat sinergi antar rayon.
“Kita harus memperkuat persaudaraan, jangan sampai ada kecemburuan antar rayon. Kita semua adalah satu Raden Rahmat. Kita harus berkolaborasi, bukan hanya fokus pada internal rayon masing-masing. Mari bersama-sama kita jadikan Raden Rahmat lebih indah untuk kader-kader yang akan datang,” tegas Heru.
Konsolidasi ini menjadi pijakan penting bahwa PMII Raden Rahmat tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Lima rayon harus bergerak sebagai satu tubuh, saling menopang, dan membangun tradisi kaderisasi yang progresif. Lebih dari itu, konsolidasi ini juga menegaskan bahwa PMII Raden Rahmat hadir bukan hanya untuk internal, tetapi untuk memberi warna perjuangan di kampus dan masyarakat.
Dengan semangat persatuan, konsolidasi di Gedung PC Fatayat Malang ini menjadi bukti nyata bahwa PMII Komisariat Raden Rahmat siap melangkah lebih jauh: meneguhkan gerakan, memperkuat kaderisasi, dan memastikan setiap kader merasakan atmosfer kebersamaan di bawah panji besar Satu Raden Rahmat. (*)












