MALANG | KORANBANGSA. COM — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Kelompok 03 Universitas Raden Rahmat (UNIRA) Malang baru saja sukses menggelar seminar dan lokakarya kewirausahaan. Acara ini berlangsung pada Kamis, 28 Juli dan Sabtu, 2 Agustus 2025 bertempat di Madrasah Aliyah (MA) Progresif Zainul Ulum Desa Rejoyoso, Kecamatan Bantur. Mengusung tema “Dari Hobi Jadi Cuan, Kembangkan Passion Jadi Bisnis,” kegiatan ini bertujuan membangkitkan semangat wirausaha di kalangan siswa kelas 12.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif KKN-T 03 UNIRA Malang yang didasari oleh keinginan kuat untuk menumbuhkan jiwa entrepreneur pada generasi muda Rejoyoso. Harapannya, generasi muda dari desa ini memiliki keterampilan berbisnis, sekaligus mampu mengembangkan ekosistem social enterprise yang berkelanjutan. Semuanya bermula dari semangat para pemuda setempat.
Pembukaan Acara dan Sambutan Inspiratif
Acara dibuka dengan khidmat, diawali pembacaan doa bersama dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setelah itu, sambutan hangat disampaikan oleh Ahmad Fauzan Iraqi, S.Pd.I, Gr., guru yang mewakili Kepala MA Progresif Zainul Ulum. Kemudian, Koordinator Desa Wilga Sultani turut memberikan motivasi dengan mengutip pidato Mohammad Hatta, “Indonesia tidak akan bercahaya karena obor di Jakarta, tapi akan bercahaya karena lilin-lilin dari desa.” Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi tentang passion dan entrepreneurship.
Tiga Kunci Sukses dari Pemateri
Dosen ekonomi syariah UNIRA Malang, Nabila Adenina Zidni Maulida, M.E, membagikan tiga poin penting. “Pertama, kalian harus benar-benar mencari potensi dalam diri kalian,” ujarnya. Ia melanjutkan, “Kedua, kalian harus benar-benar melihat lingkungan sekitar membutuhkan apa, bisa jadi masalah yang muncul itu jadi peluang yang besar untuk berkembang.” Terakhir, ia memotivasi para siswa dengan berkata, “Dan jangan lupa berani keluar dari zona nyaman atau out of the box, apapun halangan dan rintangannya.”
Tantangan Bisnis Nyata
Usai sesi pemaparan dan lokakarya yang interaktif, siswa kelas 12 dibagi menjadi tiga kelompok untuk melakukan tantangan bisnis yang seru. Salah satu siswa, Senia, mengungkapkan perasaannya, “Sangat menantang sekali.” Siswa lainnya, Maya, menambahkan dengan antusias, “Suka, senang, bisa buat motivasi dan pastinya seru dong.” Setiap kelompok diberi modal awal lima puluh ribu rupiah untuk berkreasi dan membuat produk inovatif sesuai minat mereka. Produk-produk ini dipasarkan selama satu minggu, memberikan mereka pengalaman berbisnis secara langsung.
Puncak Acara, Penilaian, dan Dampak Jangka Panjang
Puncak acara yang diselenggarakan pada Sabtu, 2 Agustus 2025, ditandai dengan presentasi hasil setiap kelompok dan pengumuman pemenang tantangan bisnis tersebut. Penilaian didasarkan pada kreativitas produk, detail pembuatan, strategi penjualan, hingga keuntungan yang berhasil diraih. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi wadah mahasiswa KKN-T mengaplikasikan ilmu, tetapi juga benar-benar membekali siswa MA Progresif Zainul Ulum dengan bekal kewirausahaan yang pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi Desa Rejoyoso. Tak hanya itu, sosialisasi pengenalan kampus UNIRA juga dilakukan di akhir acara. (*)












