MALANG | KORANBANGSA.COM — Sebuah langkah berani dan penuh makna diambil oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Kelompok 08 Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Malang. Mengangkat tema “No Touchy-Touchy: Aku, Tubuhku, dan Hakku,” mereka menggelar program edukasi seksual dasar untuk anak usia sekolah dasar di MINU Jatirejoyoso, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang pada Selasa (29/7/2025).
Di tengah maraknya kasus kekerasan seksual terhadap anak, program ini hadir sebagai upaya preventif yang konkret dan sangat dibutuhkan. Edukasi yang selama ini dianggap tabu, justru disajikan secara ringan dan komunikatif oleh para mahasiswa, demi menanamkan kesadaran sejak dini tentang perlindungan diri.
“Sangat membantu anak didik kami terkait edukasi ini,” tutur Zainul Mahmudi, S.Pd.I, Kepala Sekolah MINU Jatirejoyoso.
“Kami berharap ini bisa menekan angka pelecehan seksual, khususnya di kalangan anak-anak.” Antusiasme tak hanya datang dari guru, namun juga dari para murid. Salah satu siswa bahkan mengungkapkan kesan polos namun penuh makna:
“Senang, karena kakak-kakak menjelaskan dengan jelas dan asikk,” ujarnya dengan riang.
Program ini tidak hanya menyampaikan pengenalan bagian tubuh yang harus dilindungi, tetapi juga membekali anak-anak dengan soft skills penting: berani berkata “tidak”, mengenali bahaya, dan tahu kepada siapa harus mengadu jika mengalami tindakan yang tidak pantas.
Dalam suasana edukatif yang hangat dan menyenangkan, para mahasiswa berhasil menciptakan ruang aman untuk diskusi penting tentang tubuh dan hak anak. Sebuah langkah sederhana yang memiliki dampak besar dalam membangun benteng pertahanan diri anak-anak sejak dini.
Program ini menunjukkan bahwa edukasi seksual bukanlah hal yang tabu, melainkan kebutuhan yang sangat mendesak. Ketika disampaikan dengan cara yang tepat, anak-anak bukan hanya paham, tetapi juga terlindungi.












