Berita  

Pertalite Langka di Gondanglegi, Antrean SPBU Penjalinan Mengular hingga Keluar Area

Malang | koranbangsa.com – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Malang Raya turut dirasakan masyarakat Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. Kondisi ini menimbulkan antrean panjang di sejumlah SPBU dan mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari.

Bem Universitas Modern Al-Rifaie Indonesia mendapatkan keluhan dari salah satu warga yang mengungkapkan pengalamannya saat mengisi Pertalite di SPBU Penjalinan, Gondanglegi. Biasanya, sekitar pukul 06.00 WIB, kondisi SPBU masih relatif sepi dan hanya terdapat beberapa kendaraan yang mengantre. Namun, situasi berbeda terjadi ketika warga tersebut hendak mengisi BBM pada pagi hari. Meski datang sekitar pukul 06.00 WIB, stok Pertalite justru sudah habis dan masyarakat harus menunggu hingga pasokan diperkirakan tersedia kembali sekitar pukul 10.00 WIB.

Kondisi antrean pun tidak seperti biasanya. SPBU Penjalinan yang sebelumnya memiliki antrean relatif normal kini dipadati kendaraan hingga meluber keluar area SPBU. Bahkan, antrean tersebut mencapai kawasan depan Indomaret yang berada di sebelah barat SPBU.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat: mengapa Pertalite bisa menjadi sangat langka hingga stok habis sejak pagi hari?

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, Pertamina menyebut adanya penyesuaian pola distribusi BBM yang berkaitan dengan sejumlah faktor, termasuk fluktuasi harga minyak dunia, nilai tukar mata uang, dan perubahan moda transportasi dalam penyaluran BBM. Namun, masyarakat masih membutuhkan penjelasan lebih lanjut mengenai penyebab kekosongan stok di SPBU tertentu dan langkah konkret untuk mengatasinya.

Jika stok BBM secara keseluruhan dinyatakan mencukupi, mengapa masyarakat masih kesulitan mendapatkannya? Apakah distribusi ke setiap SPBU sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan? Pertanyaan ini penting untuk dijawab agar masyarakat mendapatkan informasi yang jelas dan tidak terus-menerus menghadapi ketidakpastian ketika hendak mengisi bahan bakar.

Kelangkaan ini bukan sekadar persoalan antrean panjang. Bagi mahasiswa, pekerja, pedagang, dan masyarakat yang bergantung pada kendaraan bermotor, ketersediaan BBM sangat penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Waktu yang seharusnya digunakan untuk bekerja, kuliah, atau menjalankan kegiatan lainnya justru tersita untuk mencari bahan bakar. Belum lagi apabila masyarakat harus berpindah dari satu SPBU ke SPBU lain demi mendapatkan Pertalite.

Selain mengganggu mobilitas, antrean yang memanjang hingga keluar area SPBU juga perlu menjadi perhatian karena berpotensi menghambat arus kendaraan di sekitar lokasi. Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan ketersediaan BBM tidak hanya berdampak pada konsumen, tetapi juga dapat memengaruhi aktivitas masyarakat di sekitar SPBU.

Oleh karena itu, diperlukan evaluasi terhadap pola distribusi dan ketersediaan Pertalite, khususnya di wilayah Kabupaten Malang. Masyarakat juga membutuhkan informasi yang jelas mengenai jadwal pasokan dan langkah penanganan agar kondisi serupa tidak terus berulang. Pihak terkait diharapkan tidak hanya memberikan penjelasan mengenai penyesuaian distribusi, tetapi juga memastikan bahwa penyaluran BBM dapat memenuhi kebutuhan masyarakat di lapangan.

Masyarakat berharap ketersediaan Pertalite segera kembali normal sehingga aktivitas sehari-hari tidak terus terganggu. Sebab, yang menjadi pertanyaan bukan hanya mengapa Pertalite langka, tetapi juga bagaimana memastikan distribusi BBM berjalan dengan baik dan masyarakat tidak terus-menerus kesulitan mendapatkan bahan bakar yang menjadi kebutuhan sehari-hari.

Penulis: AsroriEditor: Samsul