Malang | Koranbangsa.com — Musyawarah Kabupaten (Muskab) VII Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Malang yang digelar di Universitas Kepanjen, Sabtu (14/2/2026), menjadi momentum penting bagi dunia usaha di Kabupaten Malang. Dalam forum lima tahunan tersebut, Prof. Bambang Suryanto ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua KADIN Kabupaten Malang periode 2026–2031.
Penetapan melalui mekanisme aklamasi menegaskan kuatnya dukungan dan kepercayaan para anggota terhadap figur Prof. Bambang untuk menakhodai organisasi pengusaha terbesar di daerah itu. Ia maju sebagai calon tunggal dan disahkan dalam rapat pleno yang disaksikan langsung jajaran pengurus KADIN Jawa Timur.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum KADIN Jawa Timur H. Adik Dwi Putranto beserta jajaran, Ketua KADIN Kabupaten Malang periode 2019–2024 Priyo Sudibyo, serta anggota dan pelaku usaha dari berbagai sektor strategis. Kehadiran berbagai elemen tersebut mempertegas soliditas dan komitmen bersama dalam memperkuat peran KADIN sebagai mitra pemerintah daerah.
Dalam sambutannya, Ketua Umum KADIN Jawa Timur menekankan bahwa KADIN memiliki posisi strategis sebagai jembatan antara kepentingan dunia usaha dan kebijakan pemerintah. Ia mengingatkan pentingnya adaptasi terhadap dinamika ekonomi global serta percepatan transformasi digital agar pelaku usaha daerah tidak tertinggal dalam persaingan.
Sementara itu, sebelum prosesi penetapan ketua baru, Priyo Sudibyo menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode 2019–2024. Ia memaparkan sejumlah capaian, mulai dari penguatan jaringan usaha, dukungan terhadap UMKM, hingga sinergi dengan pemerintah daerah dan organisasi eksternal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Dalam pidato perdananya sebagai ketua terpilih, Prof. Bambang Suryanto menegaskan komitmennya menjadikan KADIN sebagai motor penggerak ekonomi yang transformatif dan inklusif. Ia menaruh perhatian besar pada penguatan UMKM, digitalisasi sektor usaha, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan wirausaha muda berbasis teknologi.
“KADIN harus mampu menciptakan ekosistem usaha yang mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” tegasnya.
Ia juga menilai Kabupaten Malang memiliki potensi besar di berbagai sektor, mulai dari pertanian, industri kreatif, pariwisata hingga manufaktur. Dengan kolaborasi lintas sektor dan inovasi berkelanjutan, ia optimistis KADIN dapat menjadi lokomotif pembangunan ekonomi daerah.
Forum Muskab VII turut dihadiri organisasi mitra seperti Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi), yang menunjukkan eratnya kolaborasi antar pelaku usaha di Kabupaten Malang.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah yang berlangsung penuh keakraban. Suasana tersebut mencerminkan optimisme baru dunia usaha Kabupaten Malang dalam menyongsong kepemimpinan Prof. Bambang Suryanto untuk periode 2026–2031, dengan harapan terwujudnya pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan.












