Berita  

Aliansi BEM Kabupaten Malang Soroti Kesejahteraan Guru Honorer dalam Diskusi Publik

Malang | Koranbangsa.com — Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kabupaten Malang menggelar diskusi publik yang menyoroti persoalan kesejahteraan guru honorer di Kabupaten Malang. Kegiatan tersebut berlangsung pada Minggu sore, 8 Februari 2026, bertempat di Hall Mak’o Coffee, Gondanglegi, Malang.

Diskusi ini menjadi ruang konsolidasi gagasan sekaligus bentuk kepedulian mahasiswa terhadap nasib guru honorer yang hingga kini masih menghadapi berbagai persoalan mendasar, mulai dari rendahnya upah, ketidakjelasan status kepegawaian, hingga minimnya perlindungan kesejahteraan sosial.

Koordinator BEM Kabupaten Malang, Alfaziri, menegaskan bahwa isu guru honorer bukan sekadar persoalan pendidikan, melainkan juga menyangkut keadilan sosial dan masa depan generasi bangsa.

“Guru honorer adalah tulang punggung pendidikan di banyak sekolah, terutama di wilayah pinggiran. Namun ironisnya, mereka masih menerima upah yang jauh dari kata layak dan hidup dalam ketidakpastian status,” ujar Alfaziri dalam diskusi tersebut.

Menurutnya, peran strategis guru honorer tidak sebanding dengan perhatian dan kebijakan yang diberikan oleh pemerintah daerah. Ia menilai, kondisi ini jika dibiarkan berlarut-larut akan berdampak serius terhadap kualitas pendidikan di Kabupaten Malang.

“Bagaimana mungkin kita berbicara peningkatan mutu pendidikan jika para pendidiknya masih berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup dasar. Kesejahteraan guru harus menjadi prioritas,” tegasnya.

Diskusi yang berlangsung secara interaktif tersebut juga membahas perlunya langkah konkret dari pemerintah daerah, baik melalui penganggaran yang lebih berpihak maupun penyusunan kebijakan afirmatif bagi guru honorer. Aliansi BEM Kabupaten Malang mendorong agar pemerintah daerah membuka ruang dialog yang lebih serius dengan para guru honorer dan pemangku kepentingan pendidikan.

Alfaziri menambahkan, mahasiswa akan terus mengawal isu ini dan siap menjadi mitra kritis pemerintah dalam memperjuangkan keadilan bagi tenaga pendidik.

“Kami tidak ingin diskusi ini berhenti sebagai wacana. Aliansi BEM Kabupaten Malang berkomitmen untuk terus mengadvokasi dan mengawal kebijakan agar kesejahteraan guru honorer benar-benar mendapat perhatian nyata,” pungkasnya.

Melalui diskusi ini, Aliansi BEM Kabupaten Malang berharap kesadaran publik terhadap persoalan guru honorer semakin meningkat dan mampu mendorong lahirnya kebijakan yang lebih adil, berkelanjutan, serta berpihak pada kemanusiaan dan pendidikan. (*)