Malang | Koranbangsa.com — Anggota MPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari Daerah Pemilihan Jawa Timur V Malang Raya, H. Ali Ahmad, S.H., yang akrab disapa Gus Ali, kembali turun langsung ke tengah masyarakat melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI. Kegiatan ini diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri dari petani, pedagang, dan warga umum di Kabupaten Malang.
Acara tersebut digelar di Aula Al-Hidayah Pakis, Kabupaten Malang, pada Jum’at pagi (6/2/2026) dan berlangsung dengan suasana dialogis serta penuh antusiasme.
Dalam pemaparannya, Gus Ali menekankan bahwa pemahaman terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika menjadi pondasi penting dalam menjaga persatuan bangsa, terlebih di tengah tantangan ekonomi dan sosial yang dirasakan langsung oleh masyarakat kecil.
“Empat Pilar kebangsaan ini harus benar-benar hidup di masyarakat. Bukan hanya dipahami secara teoritis, tapi dijalankan dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai petani, pedagang, maupun warga negara,” ujar Gus Ali.
Ia menambahkan, masyarakat akar rumput memiliki peran strategis dalam menjaga keutuhan bangsa. Menurutnya, ketahanan nasional justru lahir dari kesadaran warga di tingkat paling bawah.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari peserta. Mas Agung, salah satu peserta yang berprofesi sebagai pedagang, mengaku kegiatan sosialisasi ini memberi pemahaman baru tentang pentingnya nilai kebangsaan dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.
“Sebagai pedagang kecil, kami sering hanya fokus cari nafkah. Dari kegiatan ini saya jadi paham kalau berdagang juga bagian dari menjaga persatuan, saling menghargai, dan hidup rukun sesuai nilai Pancasila,” ungkap Mas Agung.
Selain pemaparan materi, acara juga diisi dengan sesi dialog interaktif yang memberi ruang bagi peserta untuk menyampaikan aspirasi dan pengalaman mereka di lapangan. Diskusi berlangsung hangat dan mencerminkan kedekatan antara wakil rakyat dengan masyarakat.
Melalui sosialisasi ini, Gus Ali berharap nilai-nilai Empat Pilar MPR RI semakin membumi dan menjadi pegangan masyarakat dalam menghadapi perubahan zaman, sekaligus memperkuat komitmen bersama menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (*)












