Malang | Koranbangsa.com — Pengurus PMII Rayon Pembela Al-Asy’ari menyelenggarakan Screening Sekolah Islam Gender (SIG) ke-3 di Gedung Komisariat PMII Raden Rahmat Malang, Rabu (28/1/2026). Kegiatan ini diikuti 17 kader PMII yang berasal dari Kabupaten Malang maupun dari luar daerah.
Screening tersebut menjadi bagian dari proses kaderisasi lanjutan yang dirancang untuk memperkuat pemahaman kader terhadap nilai-nilai Islam yang berkeadilan gender serta responsif terhadap dinamika sosial kontemporer.
Salah satu mentor kegiatan, Khoirul Anam, menegaskan bahwa Sekolah Islam Gender bukan sekadar forum seleksi, melainkan ruang pendidikan kritis bagi kader PMII.
“Sekolah Islam Gender ini kami desain sebagai ruang penguatan perspektif Islam yang menjunjung tinggi keadilan dan kesetaraan. Kader PMII harus mampu membaca isu gender secara objektif, kontekstual, dan berpijak pada nilai-nilai keislaman,” ujar Khoirul Anam.
Menurutnya, pemahaman yang utuh mengenai isu gender menjadi kebutuhan penting bagi kader organisasi kemahasiswaan, terutama dalam merespons berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
“Kami berharap kader PMII yang mengikuti tahapan ini dapat menjadi agen perubahan, tidak hanya aktif dalam diskursus, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata di lingkungan kampus dan masyarakat,” lanjutnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen PMII Rayon Pembela Al-Asy’ari dalam menyiapkan kader intelektual yang progresif, inklusif, serta memiliki sensitivitas sosial yang kuat.
Melalui kegiatan Screening Sekolah Islam Gender ke-3 ini, PMII berharap lahir kader-kader yang mampu mengintegrasikan nilai keislaman, keilmuan, dan kemanusiaan dalam praksis organisasi maupun kehidupan sosial. (*)












