Berita  

Hadiri Pelatihan Instruktur, Mabincab Soroti Pentingnya Intelektualitas Kader bagi Demokrasi

KH. Abdul Kholiq, M.Pd Ketua Majelis Pembina Cabang PMII Kabupaten Malang saat menyampaikan sambutan pembukaan Pelatihan Instruktur PMII

Malang | Koranbangsa.com — Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Malang menggelar Pelatihan Instruktur yang diikuti pengurus PMII tingkat komisariat se-Kabupaten Malang, Minggu (25/1/2026), di Gedung Universitas Kepanjen, Kabupaten Malang.

Ketua Majelis Pembina Cabang (Mabincab) PMII Kabupaten Malang, KH. Abdul Kholiq, M.Pd, menegaskan bahwa penguatan kualitas instruktur merupakan bagian penting dalam menjaga keberlanjutan demokrasi melalui kaderisasi intelektual di kalangan mahasiswa.

Dalam sambutannya, KH. Abdul Kholiq yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Badrussalam Pagelaran Malang ini, menyatakan bahwa demokrasi yang sehat membutuhkan sumber daya manusia yang berpikir kritis, beretika, dan memiliki komitmen kebangsaan yang kuat. Menurutnya, peran tersebut harus dimulai dari proses kaderisasi yang berkualitas.

“Instruktur PMII memiliki tanggung jawab strategis dalam mencetak kader yang tidak hanya aktif secara organisasi, tetapi juga matang secara intelektual dan sadar demokrasi. Tanpa kader yang berpengetahuan dan berintegritas, demokrasi akan kehilangan arah,” ujar KH. Abdul Kholiq.

Ia menambahkan, tradisi intelektual yang dibangun melalui kaderisasi PMII harus mampu melahirkan kader yang kritis terhadap kekuasaan, namun tetap menjunjung etika, nilai keadaban, dan kepentingan publik.

“Demokrasi membutuhkan kritik yang berbasis ilmu pengetahuan, bukan sekadar ekspresi emosional. Instruktur harus membimbing kader agar memiliki nalar kritis yang bertanggung jawab,” lanjutnya.

KH. Abdul Kholiq juga menekankan bahwa penguatan intelektualitas kader PMII tidak dapat dipisahkan dari nilai Ahlussunnah wal Jama’ah dan prinsip kebangsaan, sehingga kader mampu berperan aktif dalam ruang demokrasi tanpa kehilangan pijakan moral.

Pelatihan Instruktur ini diikuti oleh kader-kader terpilih dari seluruh komisariat PMII se-Kabupaten Malang dan menjadi bagian dari upaya memperkuat peran mahasiswa sebagai elemen penting dalam pembangunan demokrasi Indonesia. (*)