Malang | Koranbangsa.com – Komitmen untuk memperkuat wawasan kebangsaan generasi muda kembali diwujudkan oleh Anggota Fraksi PKB DPR/MPR RI, H. Ali Ahmad, S.H, melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar di Aula Muslimat Kota Batu. Acara ini dihadiri oleh pelajar milenial dari berbagai sekolah dan madrasah yang tak hanya datang untuk belajar, tetapi juga untuk berdiskusi mengenai pentingnya ideologi kebangsaan di tengah derasnya arus digitalisasi. Acara ini dimulai pada Selasa siang, (9/12/2025)
Sejak awal kegiatan, para peserta menunjukkan ketertarikan yang begitu besar. Mereka mengikuti penyampaian materi empat pilar—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—dengan antusias. Sosialisasi ini tidak hanya memberikan wawasan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran baru bagi generasi muda tentang peran strategis mereka sebagai penjaga masa depan bangsa.
Dalam sambutannya, Gus Ali menegaskan bahwa pelajar memiliki posisi yang sangat penting dalam memastikan keberlangsungan NKRI. Ia menilai bahwa tantangan generasi masa kini jauh lebih kompleks, terutama karena derasnya arus informasi digital yang sering kali membawa pengaruh negatif apabila tidak diimbangi dengan pemahaman ideologi yang kuat.
“Pelajar hari ini adalah pemimpin masa depan bangsa. Mereka harus memiliki pegangan yang kuat agar tidak terombang-ambing oleh informasi palsu, paham ekstrem, dan budaya luar yang tidak sesuai dengan nilai Pancasila,” tegas Gus Ali di hadapan para peserta.
Ia mengajak para pelajar untuk menempatkan Pancasila sebagai pedoman hidup, bukan hanya sebagai hafalan. Menurutnya, nilai-nilai kebangsaan harus terwujud dalam sikap toleran, semangat belajar, dan kontribusi nyata di lingkungan masing-masing.
Pada kesempatan yang sama, hadir pula Arif Rahman Wahyudi, Kepala Madrasah Aliyah Al-Hidayah Karangploso Malang, yang memberikan penguatan mengenai komitmen moral pelajar sebagai generasi penerus bangsa. Ia menyampaikan bahwa pemahaman ideologi harus menjadi fondasi karakter pelajar, terutama dalam menghadapi era kompetisi global.
“Pelajar memiliki tanggung jawab intelektual dan moral untuk menjaga identitas bangsa. Komitmen kebangsaan tidak boleh luntur. Justru di era seperti sekarang, nilai-nilai Pancasila harus menjadi identitas dan pegangan mereka,” ujarnya memberikan motivasi.
Kegiatan ini berjalan dengan suasana hangat dan penuh semangat. Selain penyampaian materi, sesi tanya jawab berlangsung interaktif. Para pelajar tampak aktif mengajukan pertanyaan seputar tantangan ideologi, peran pelajar dalam menjaga persatuan, hingga cara bijak bermedia sosial sesuai nilai kebangsaan. Antusiasme mereka menunjukkan bahwa generasi muda Kota Batu memiliki keinginan kuat untuk memahami dan mengamalkan nilai-nilai empat pilar secara nyata.
Sosialisasi ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mempersiapkan generasi yang berkarakter, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Baik Gus Ali maupun tokoh pendidikan yang hadir menyampaikan harapan agar kegiatan seperti ini terus diperluas ke berbagai daerah dan sekolah, sehingga terbentuk Generasi Emas 2045 yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam ideologi kebangsaan. (*)












