Berita  

PKB Gaungkan Empat Pilar, Guru TPQ dan Madin Disebut Penjaga Terdepan Moral Bangsa

Malang | Koranbangsa.com — Anggota Fraksi PKB DPR/MPR RI l, H. Ali Ahmad, S.H, menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama para guru TPQ dan Madrasah Diniyah (Madin) se-Kabupaten Malang. Acara berlangsung di Auditorium KH Ismail, Karangploso, pada Senin siang (8/12/2025) dan dihadiri ratusan tenaga pendidik berbasis pesantren.

Dalam penyampaian materinya, Gus Ali sapaan akrabnya sebagai Anggota MPR RI menegaskan bahwa guru TPQ dan Madin memiliki peran penting dalam membangun karakter generasi bangsa melalui pendidikan agama yang moderat, toleran, serta cinta tanah air.

“Guru TPQ dan Madin adalah benteng moral bangsa. Melalui pendidikan berbasis pesantren, nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan ditanamkan sejak dini. Inilah yang membuat NKRI tetap kokoh dan terjaga dari berbagai ancaman ideologi yang ingin memecah persatuan,” tegas Gus Ali.

Sosialisasi Empat Pilar — Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika — dinilai sangat relevan untuk memperkuat wawasan kebangsaan di lingkungan pendidik agama agar dapat diteruskan kepada anak didik.

Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada para ustaz dan ustazah yang terus berjuang mengajar meski dengan segala keterbatasan.

“Kami di PKB terus memperjuangkan kesejahteraan guru keagamaan. Ini bukan hanya soal profesi, tetapi tentang memuliakan pahlawan pendidikan yang telah membentuk generasi Islam yang cinta bangsa dan menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah,” lanjutnya.

Salah satu peserta kegiatan, Pak Agung, menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya sosialisasi ini. Menurutnya, pendidikan kebangsaan yang disampaikan melalui guru-guru agama adalah langkah strategis untuk menjaga Indonesia tetap damai dan utuh.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami. Selama ini guru TPQ dan Madin mengajarkan Al-Qur’an dan akhlak, namun dengan materi Empat Pilar kami semakin mantap dalam mengajarkan cinta tanah air kepada santri. Kami merasa diperhatikan dan diberdayakan,” ujar Pak Agung.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan dan diperluas ke berbagai wilayah agar wawasan kebangsaan semakin merata di lingkungan lembaga pendidikan Islam.

Acara ditutup dengan dialog interaktif antara peserta dan pemateri, serta komitmen bersama untuk memperkuat pendidikan kebangsaan melalui jaringan pesantren, TPQ, dan Madin di Kabupaten Malang.

Dengan kegiatan ini, Fraksi PKB DPR/MPR RI berharap nilai-nilai kebangsaan terus terjaga melalui pendidikan akar rumput sehingga pesantren dan lembaga pendidikan Islam tetap menjadi pilar penjaga NKRI sepanjang masa. (*)

Penulis: Heru PurnomoEditor: Mila