Berita  

DEMA UQM Menggagas Diklat KTI Berbasis AI untuk Mempercepat Kompetensi Kepenulisan Mahasiswa

Malang | Koranbangsa.com — Suasana ruang pelatihan tampak hidup sejak pagi. Interaksi aktif antara peserta dan narasumber membuat kegiatan Pelatihan Pemanfaatan AI dalam Penulisan Karya Ilmiah yang digagas DEMA UQM berlangsung dinamis dan penuh antusiasme. Para peserta terlihat bersemangat mempelajari cara baru menyusun karya ilmiah dengan dukungan teknologi kecerdasan buatan.
Kegiatan ini di latih langsung oleh Gus Achmad Beadie Busyroel Basyar, M.Pd.I., Wakil Rektor I Universitas Al-Qolam Malang, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan konsep dasar penulisan ilmiah dengan gaya yang tenang, sistematis, namun tetap tegas. Ia tidak hanya memberikan teori, tetapi juga contoh konkret bagaimana AI dapat dimanfaatkan dalam menyusun kerangka tulisan, mengembangkan gagasan, hingga merapikan struktur kalimat agar lebih ilmiah. Para peserta tampak menyimak dengan serius, mencatat, dan beberapa kali mengangguk memahami penjelasan yang diberikan.
Menariknya, pelatihan ini tidak berhenti pada penyampaian materi. Setelah sesi inti, narasumber langsung turun mendampingi peserta satu per satu. Ia memeriksa laptop, memberikan arahan teknis, mengoreksi langkah yang kurang tepat, serta menunjukkan cara optimal menggunakan berbagai platform AI dan aplikasi referensi. Pendampingan ini turut diperkuat oleh panitia yang bertugas sebagai fasilitator teknis. Mereka membantu peserta yang mengalami kesulitan mengakses platform AI, mengatur fitur penulisan, menginstal aplikasi pendukung, hingga menangani kendala pengoperasian perangkat.
Pada penutupan sesi, sejumlah peserta mengaku mendapatkan pengalaman baru dan pemahaman yang lebih luas terkait pemanfaatan teknologi AI dalam penulisan ilmiah. Beberapa di antara mereka bahkan berhasil menyelesaikan draft awal karya ilmiah secara langsung di lokasi berkat bimbingan intensif yang diberikan.
Pelatihan ini dinilai sukses memberikan wawasan sekaligus keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan akademik mahasiswa masa kini. Suasana hangat, interaksi yang cair, serta praktik langsung menjadikan kegiatan ini bermakna dan berdampak bagi seluruh peserta.
Acara resmi ditutup dengan pembacaan doa oleh narasumber, kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai penanda berakhirnya kegiatan. (*)

Penulis: Irma Tyana (C.O Menteri Riset & Advokasi)Editor: Vani