Berita  

Ibu Nyai Hj, Latifah Shohib Kukuhkan Pengurus Baru, HMT Sumenep Siap Perkuat Dakwah dan Pemberdayaan Perempuan

Sumenep | KoranBangsa.com — Wakil Bupati Malang, Ibu Nyai Hj. Latifah Shohib, menghadiri sekaligus melantik Pengurus Cabang Harokah Majelis Taklim (HMT) Kabupaten Sumenep dalam sebuah acara khidmat dan penuh kekeluargaan. Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam upaya memperkuat peran majelis taklim sebagai pusat pendidikan keagamaan dan pemberdayaan perempuan di lingkungan masyarakat.

Acara pelantikan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Hj. Camelia Habibah selaku Sekretaris Wilayah, Ning Hj. Nur Fitria, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PKB, serta dua tokoh perempuan berpengaruh dari Ponpes Luk Guluk Sumenep, yakni Ning Hj. Mas’adah Shohib dan Bu Nyai Hj. Shofiyah. Hadir pula para pengasuh majelis taklim, tokoh masyarakat, dan jajaran ulama setempat.

Dalam acara tersebut, Nyai Hj. Atikoh resmi dikukuhkan sebagai Ketua HMT Kabupaten Sumenep untuk periode kepengurusan yang baru. Pelantikan ini juga mendapatkan dukungan penuh dari Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Sumenep yang turut hadir memberikan apresiasi atas komitmen HMT dalam memperkuat literasi keagamaan di tingkat akar rumput.

Dalam sambutannya, Ibu Nyai Hj. Latifah Shohib menyampaikan bahwa majelis taklim memiliki peran strategis dalam membangun karakter umat, khususnya kaum perempuan. Ia berharap HMT Sumenep dapat menjadi ruang pembelajaran yang inklusif, memperkuat nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah, serta menjadi mitra pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat.

“Majelis taklim bukan hanya tempat mengaji, tetapi juga pusat penguatan akhlak, pemberdayaan ekonomi, dan penggerak kemaslahatan umat. Semoga HMT Sumenep semakin maju dan menjadi teladan bagi daerah lain,” ujar Wabup Malang.

Acara pelantikan berlangsung lancar dan penuh antusiasme. Para tamu undangan juga berharap HMT Sumenep mampu melahirkan program-program produktif yang berdampak langsung pada penguatan peran perempuan dalam kehidupan sosial dan keagamaan. (*)