Berita  

Ketua Fraksi PKB Prihatin: Angka Anak Tidak Sekolah di Kabupaten Malang Masih Tinggi

Malang | KoranBangsa.com — Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Malang, H. Abdulloh Satar, M.M., menyampaikan keprihatinannya atas masih tingginya angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di wilayah Kabupaten Malang.

Hal tersebut ia ungkapkan dalam kegiatan Sinergitas dengan tema “Optimalisasi Penurunan Angka Anak Tidak Sekolah” yang digelar di Pendopo Kecamatan Dau, Rabu (29/10/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat), serta Relawan Peduli Pendidikan.

Abdulloh Satar menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mengatasi persoalan pendidikan tersebut. Menurutnya, tingginya angka ATS menjadi alarm bagi semua pihak agar lebih serius dalam memastikan hak pendidikan bagi seluruh anak di Kabupaten Malang.

“Masih ada hampir dua puluh ribu anak di Kabupaten Malang yang tidak bersekolah. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Berdasarkan data Dashboard ATS Pusdatin Kementerian Pendidikan Tahun 2025, tercatat 19.960 anak tidak sekolah di Kabupaten Malang.
Rinciannya, 6.241 anak putus sekolah (Drop Out), 6.774 anak lulus tetapi tidak melanjutkan (LTM), 6.715 anak belum pernah bersekolah, serta 230 anak berada di atas usia 24 tahun.

Data juga menunjukkan bahwa kecamatan dengan jumlah ATS tertinggi berada di Dampit, Sumbermanjing Wetan, dan Singosari.

Abdulloh Satar berharap program dan kebijakan pemerintah daerah dapat lebih terarah dan menyentuh akar persoalan, seperti kemiskinan, akses pendidikan, serta kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan.

“PKB akan terus mendorong agar penanganan ATS menjadi prioritas bersama. Setiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang layak tanpa terkecuali,” tegasnya. (*)