MALANG | KORANBANGSA.COM — Semboyan “Jangan lupakan sejarah (Jas Merah)” sudah menjadi prinsip kader PMII Rayon Pembela Al-Asy’ari Komisariat Raden Rahmat. Hal itu terbukti saat menyelenggarakan peringatan Hari Lahir PMII di Rayon tersebut yang dilaksanakan di kediaman salah satu kadernya yang bertempat di desa Sukorejo Gondanglegi Malang, pada Minggu siang kemaren, (29/6/2025)
Sebagai Ketua Rayon Pembela Al-Asy’ari, Santra menyampaikan sambutan dengan penuh hikmah dan meyakinkan agar kader PMII mampu meneruskan perjuangan para pendiri rayon. Ia menegaskan bahwa dengan penuh perjuangan dan keberanian 13 orang dari senior PMII Raden Rahmat mendirikan PMII Rayon yang waktu itu diperuntukkan kader PMII Ekonomi Syari’ah dengan cita-cita besar dengan banyaknya tantangan zaman.
“Empat belas tahun bukan sekadar angka. Ia adalah jejak waktu, saksi bisu dari setiap langkah kaki, dari setiap doa yang dilangitkan, dan dari setiap peluh perjuangan yang tak pernah diminta balasannya. Hari ini, kita tidak hanya merayakan usia, tapi juga menyulam kembali ingatan terhadap keyakinan dan keberanian ke-13 senior yang membangun rumah bukan dengan batu bata, tapi dengan nilai, cinta, dan cita-cita besar. Kita adalah anak-anak dari sejarah panjang itu. Kita tumbuh dari nilai keikhlasan, keberanian berpikir, dan keberpihakan kepada yang tertindas. Di tengah gelombang zaman yang sering kali menggoda untuk pasrah dan menyerah, kita memilih untuk tetap berdiri.”tegasnya
Selain pengurus dan kader rayon, banyak senior yang diundang pada acara tersebut, salah satunya Sahabat Saiful Hasan yang sekaligus menjadi narasumber untuk menyampaikan sejarah berdirinya PMII Rayon Al-Asy’ari. Ia menekankan pentingnya kader mengulas kembali sejarah berdirinya PMII Rayon Al-Asy’ari untuk memahami dan meneladani perjuangan para para pendiri yang dalam sejaranga tertulis sebanya 13 orang dari kader PMII Raden Rahmat.
“Pada kesempatan ini, saya sebagai senior PMII Pembela Al-Asy’ari yang pernah berproses di rayon tercinta ini mulai tahun 2011 mengajak kepada para kader agar tidak abai terhadap sejarah berdirinya rayon. Banyak pelajaran dan tauladan yang dapat kita petik hikmahnya dari para pendiri untuk kemajuan lembaga di masa yang akan datang.” ujar Cak Engkong sapaan akrabnya. (*)












