MALANG | KORANBANGSA.com – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Gondanglegi periode 2023-2025 menggelar Konferensi Anak Cabang (Koferancab) ke 18 di Kampus Al-Qolam Gondanglegi Malang, Ahad. (25/5/2025). Kegiatan tersebut mengusung tema strategi Kultural: Optimalisasi Hubungan Internal.
Berdasarkan pleno terakhir dalam Konferancab ke-18 tersebut M Baharuddin dan Octavia Anggraini terpilih sebagai Ketua PAC IPNU dan IPPNU Kecamatan Gondanglegi masa khidmat 2025-2027 menggantikan M. Amjad Khon dan Masita yang didomisioner dalam acara yang sama. Baik Rekan Bahar maupun Rekanita Octa merupakan kader pelajar NU dari Desa Urek-urek Kecamatan Gondanglegi.
Ketua PAC IPPNU Demisioner, Masita berharap IPNU dan IPPNU Gondanglegi di periode ke depan agar bertambah solid dan menjadi rumah yang nyaman bagi pelajar-pelajar Nahdlatul Ulama. Kehadirannya juga bisa menjadi tempat kaderisasi yang mampu melahirkan generasi religius dan intelek.
“Dengan terpilihnya pimpinan yang baru ini, saya berharap IPNU dan IPPNU Gondanglegi ke depan menjadi wadah bagi pelajar NU dan rumah yang nyaman bagai mereka. Kehadiran IPNU dan IPPNU di Gondanglegi dapat dirasakan manfaatnya oleh para pelajar NU dan mampu melahirkan generasi yang agamis dan juga berjiwa intelektual.” terangnya
Sementara ketua PAC IPNU terpilih, Baharuddin mengungkapkan bahwa untuk kepengurusan IPNU dan IPPNU yang baru ini harus lebih solid dan kompak dalam menjalankan program selama satu periode ke depan ini. Jiwa pelajar IPNU IPPNU Kecamatan Gondanglegi selain menitikberatkan pasa aspek ideologi juga memprioritaskan aspek intelektual yang itu menjadi tangangan generasi NU ke depan.
“Hari ini IPNU dan IPPNU Kecamatan Gondanglegi memilih pimpinan baru. Kami sebagai ketua yang terpilih akan menekankan kepada pengurus yang baru nanti agar lebih solid dan kompak dalam mengambil sebuah keputusan dan menjalankan program. Kami juga akan fokus pada aspek ideologi dan intelektual sebagai jawaban dari tantangan bagai generasi NU di masa depan.” pungkasnya (Kirom)












