MALANG | KORANBANGSA.com – Sekretaris Jenderal DPP PKB dan Anggota DPR RI, Hasanuddin Wahid, menghadiri pelantikan Pengurus Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Malang periode 2025-2030. Rangkaian acara dimulai dengan penampilan seni budaya dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU, yakni qasidah dari PAC Dampit dan tari saman dari PAC Poncokusumo yang memukau para tamu undangan. Acara ini di Pendopo Kabupaten Malang pada Minggu pagi, (18/5/2025).
Cak Udin sapaan akrabnya yang juga Anggota Komisi XI DPR RI ini menyampaikan tentang kewajiban Fatayat NU sebagai organisasi besar dapat memberi akses manfaat bagi masyarakat. Ia menilai organisasi ini sebagai organisasi besar dari salah satu badan ontom NU yang berpengaruh di Kabupaten Malang dan hal ini menjadi suatu kekuatan untuk berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat.
“Fatayat NU adalah organisasi perempuan yang sangat berpengaruh di Kabupaten Malang. Ia berharap Fatayat tidak hanya memberdayakan dirinya, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat melalui kerja sama dengan pemerintah. Hal ini sesuai dengan khoirunnas anfa’uhum linnas yang pada prinsipnya baik individu maupun organisasi haruslah bermanfaat bagi masyarakat.” ujarnya
Selain Sekjend DPP PKB, acara ini juga dihadiri oleh berbagai tokoh dan elemen penting, antara lain Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang Kholiq, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Hj. Khofidah dan Hj. Hikmah Bafaqih, Forkopimda Kabupaten Malang, IKA PMII Kabupaten Malang, PP Fatayat NU, PW Fatayat NU Jawa Timur, serta Neng Mutik selaku Ketua Demisioner PC Fatayat NU Kabupaten Malang dan diikuti oleh ratusan kader Fatayat NU se-Kabupaten Malang.
Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Malang yang baru dilantik, Umi Khorirotin Nasichah atau yang akrab disapa Mbak Oyik, mengawali sambutannya dengan ucapan duka cita mendalam. Pasalanya ada kader NU Kabupaten Malang meninggal dunia setelah memasang bendera Fatayat sehari sebelum acara. Selanjutnya ia meneruskan sambutannya dan menekankan kepada kader Fatayat NU tentang pentingnya regenerasi kepemimpinan perempuan muda NU dengan melibatkan kader dari IPPNU, KOPRI Kabupaten dan Kota Malang dalam kepengurusan.
“Kami atas nama pribadi dan Fatayat NU Kabupaten Malang turut berduka cita atas wafatnya Pak Bowo, Laden NU Kabupaten Malang yang meninggal dunia dengan banyak khidmat terhadap NU semoga banyak bermunculan kader-kader NU yang bisa berkhidmat dengan tulus dan ikhlas. Itulah mengapa penting sekali regenerasi dalam kaderisasi NU, terutama kepemimpinan perempuan muda NU dengan melibatkan banyak elemen perempuan mulai IPPNU hingga Kopri PMII.” terngnya
Ketua PCNU Kabupaten Malang, KH. Hamim Kholili, menyampaikan tentang pengabdian NU terhadap pembangunan daerah “NU tetap menjadi organisasi keagamaan yang mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Ia menyoroti adanya 18 lembaga dalam struktur NU yang diharapkan terus bersinergi dalam pengabdian, meski tanpa imbalan materi.” jelas Pengasuh PPRU II Putukrejo Gondanglegi ini.
Sesuai pengukuhan pengurus yang dipimpin oleh PW Fatayat NU Jawa Timur, Acara dilanjutkan dengan Launching Garda Fatayat (GARFA) NU Kabupaten Malang, yang diketuai oleh Nurul Aida, S.Pd. GARFA (Garda Fatayat). Dengan adanya Garfa ini diharapkan menjadi motor penggerak dalam penguatan kader dan pelaksanaan program strategis Fatayat di Kabupaten Malang.
Sebagai penutup, digelar Ijazah Kubro yang dipimpin langsung oleh KH. Zainal Arifin selaku Rois Syuriyah PCNU Kabupaten Malang. Suasana hening dan khusyuk menyelimuti ruangan saat para hadirin mengikuti doa dan ijazah bersama sebagai bentuk spiritualitas dan keberkahan dari kegiatan tersebut. (Suciati)












