Malang – Momentum akhir Ramadan dimanfaatkan Polres Malang untuk mempererat sinergi antara ulama dan umaro. Kapolres Malang, AKBP Muhammad Taat Resdianto, S.H., S.I.K., M.H., bersilaturahim sekaligus buka bersama di Pesantren Rakyat Al-Amin pada Rabu (18/3/2026).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Polres Malang ini berlangsung di Ndalem Pengasuh Pesantren Rakyat Al-Amin. Kehadiran Kapolres Malang, AKBP Taat disambut hangat oleh Pengasuh Pesantren Rakyat, Dr (c). KH. Abdullah SAM, S.Psi., M.Pd., jajaran pengurus yayasan, kepala lembaga dan dewan guru.
Tak sendiri, Kapolres Malang dalam silaturahim ini mengajak serta Kasat Intel, Humas dan didampingi oleh Kapolsek Sumberpucung beserta anggota.Silaturahim ini bertujuan mempererat hubungan antara ulama dan umaro sekaligus memohon doa restu dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Malang agar tetap kondusif.
Dalam penuturannha, Kapolres Malang menyampaikan bahwa pihaknya secara aktif melakukan silaturahim ke para kiai sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas daerah.
“Kami sengaja bersilaturahim ke para kiai beberapa hari ini. Kami mohon doa agar kamtibmas di Malang tetap kondusif dan aman”, ujarnya.
AKBP Taat juga berharap agar seluruh jajaran yang bertugas diberikan keselamatan, baik di dunia maupun di akhirat. Bahkan, Kapolres mengaku menemukan nilai yang ia cari dari Pesantren Rakyat Al-Amin.
“Ini pesantren yang saya cari”, ungkap singkat.

Sementara itu, KH. Abdullah SAM menyambut baik kehadiran Kapolres Malang ke Pesantren Rakyat. Pengasuh yang juga Ketua PC ISNU Kabupaten Malang itu, menegaskan pentingnya menempatkan nilai keimanan sebagai fondasi utama dalam kehidupan, termasuk dalam menjaga bangsa dan negara.
Wakil Ketua PC RMI Kabupaten Malang itu mengingatkan bahwa segala sesuatu terjadi atas rahmat Allah SWT, sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945. KH. Abdullah SAM mencontohkan berbagai peristiwa sejarah, mulai dari kisah Raja Namrud dan Firaun yang kalah oleh kebenaran, hingga kemenangan Perang Badar yang tidak lepas dari pertolongan Allah.
Bahkan, perjuangan kemerdekaan Indonesia juga disebutnya sebagai bukti bahwa kekuatan spiritual memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa. “Tahun 1965 kita juga pernah diganggu ideologi, tetapi akhirnya selamat karena kembali kepada Allah. Maka jangan ragu, semuanya karena rahmat Allah”, tegas Dewan Pakar ICMI Kabupaten Malang itu.
Dalam kesempatan tersebut, KH. Abdullah SAM juga mengusulkan adanya pengajian rutin di lingkungan Polres Malang dengan materi tasawuf yang disampaikan oleh ulama yang kredibel. Menurutnya, pendalaman spiritual sangat penting, terlebih bagi mereka yang mengemban tugas besar dalam menjaga keamanan negara.
“Apapun, kalau kita sudah tua, yang dibutuhkan adalah Allah”, katanya.
Lebih lanjut lagi, pengasuh yang memiliki nama tenar Kiai Sableng itu juga memohon doa agar Pesantren Rakyat Al-Amin yang mengusung konsep pendidikan gratis dapat terus bertahan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. “Mohon doanya pak Kapolres agar Pesantren Rakyat yang gratis ini bisa tetap kuat dan istiqamah mendampingi masyarakat kurang mampu”, harapnya.
Selain silaturahim dan buka bersama, pertemuan ini juga diisi dengan diskusi ringan mengenai isu strategis seperti cyber troops atau angkatan siber, pertahanan negara, serta keamanan wilayah.
Di sisi lain, sebagai bentuk dukungan, Kapolres Malang berencana memberikan bantuan beras sebanyak 1 ton pada akhir Ramadan kepada Pesantren Rakyat Al-Amin. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu kebutuhan para santri yang saat ini berjumlah sekitar 261 orang, mulai dari jenjang TPQ, Madin, KB, TK, SD, SMP hingga SMA.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara aparat keamanan dan pesantren dalam menjaga harmoni sosial serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat. (cha)












