Berita  

Spirit “GLORIUS” : Riyadhoh Spiritual dan Pesan Khidmat Para Ulama di MA An-Nur Bululawang

Dokumentasi kegiatan istighosah dan manaqib angakatn 53 MA AN Nur Bululawang di gedung aula serbaguna ma an nur bululawang, Bululawang, Kabupaten Malang, Sabtu (14/2/2026).

Malang | Koranbangsa.com — Ratusan siswa-siswi kelas XII MA An Nur Bululawang berkumpul dalam kekhusyukan untuk mengetuk pintu langit. Pada Sabtu, 14 Februari 2026, bertempat di Aula Serbaguna MA An Nur Bululawang, telah dilaksanakan kegiatan Istighosah dan Manaqib Angkatan ke-53.
Acara ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk riyadhoh (olah spiritual) bagi para siswa dan seluruh asatidz, baik dari lingkungan sekolah maupun pondok pesantren. Tujuannya adalah untuk memohon kelancaran dalam menghadapi rangkaian ujian akhir kelas 3 serta keberkahan bagi kelulusan para siswa kelak.
Motivasi Menuntut Ilmu Rendah Hati dan Tanpa Batas
Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh besar, di antaranya KH Fahrurrozi (Ketua PBNU sekaligus Pengasuh PP An Nur 1), KH Umar Al Faruq (Pengasuh PP An Nur 3 Murah Banyu), serta seluruh jajaran asatidz MA An Nur Bululawang.
Dalam sambutannya, Ahmad Shofi Fuadi selaku Ketua Pelaksana, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat. Sementara itu, KH Fahrurrozi dalam sesi motivasi menekankan pentingnya mentalitas seorang pembelajar sejati.
“Belajar itu tidak harus di sekolah, di mana pun tempat bisa dijadikan tempat belajar. Menjadi santri jangan pernah merasa paling pintar, karena rasa itu hanya akan membuat seseorang enggan belajar lagi,” pesan beliau.

Pesan Mendalam KH Umar Al Faruq Bakti Orang Tua dan Sejarah Perjuangan
Momen puncak yang sangat menyentuh terjadi saat penutupan pembacaan Manaqib. KH Umar Al Faruq memberikan wasiat spiritual yang mendalam bagi para siswa. Beliau menegaskan bahwa kunci utama kesuksesan hidup adalah adab kepada orang tua.
“Tidak ada yang harus dimuliakan terlebih dahulu kecuali orang tua. Ketika kalian memuliakan orang tua, maka niscaya hidup kalian akan enak dan dipermudah segalanya,” tutur KH Umar Al Faruq dengan khidmat.
Tak hanya itu, beliau juga mengingatkan para santri tentang sejarah besar berdirinya Pondok Pesantren An Nur. Beliau menyampaikan bahwa pondok ini berdiri bukan dari hasil pemberian yang instan, melainkan dari tetesan keringat perjuangan dan riyadhoh panjang sang pendiri, KH Anwar Nur. Pesan ini bertujuan agar para siswa menghargai setiap proses dan nilai-nilai perjuangan yang ada di lembaga tersebut.
Launching Angkatan “GLORIUS”
Sebagai penutup rangkaian acara, MA An Nur Bululawang secara resmi meluncurkan nama untuk angkatan ke-53, yaitu “GLORIUS”. Nama ini mengandung harapan akan masa depan yang gemilang dan penuh kemuliaan bagi para lulusannya.
Peresmian nama “GLORIUS” ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Kepala Madrasah yang diserahkan kepada perwakilan ketua angkatan. Dengan iringan doa dan restu dari para kiai, angkatan ke-53 siap melangkah menuju gerbang kelulusan dengan membawa bekal ilmu, adab, dan semangat perjuangan. (*)