MALANG | KORANBANGSA.COM — Kecamatan Gondanglegi, yang terletak di Kabupaten Malang, Jawa Timur, memiliki sejarah yang kaya, terkait erat dengan legenda Mbah Sogol dan perkembangan wilayahnya. Awalnya, nama Gondanglegi berasal dari cerita rakyat tentang Mbah Sogol yang memakan buah pohon gondang yang rasanya manis, berbeda dengan rasa pahit yang seharusnya. Kisah ini menyebar dan menjadi asal-usul nama Gondangleg Hal ini yang tercermin pada warga gondanglegi dan sekitarnya yang sedang memperingati Haul Mbah Sogol ke 184 dengan tema “Menjaga Kearifan Budaya Lokal dan Memperkuat Silaturrahmi” yang dilaksanakan pada hari Senin, (7/6/2025).
Selain warga gondanglegi dari beberapa desa yang hadir, pada acara yang digelar di makam Mbah Sogol Gondanglegi tersebut juga dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Malang, H. Muhammad Hafidz beserta kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Malang Bapak Purwoto, S.Sos, M.Si dan juga beberapa tokoh masyarakat serta ulama se kecamatan Gondanglegi Malang. Banyak hikmah dan pelajaran yang bisa dipetik dari peringatan haul tersebut seiring dengan dibacakannya risalah dan kisah perjuangan dan kehidupan Mbah Sogol semasa melaksanakan riyadhoh dan babad alas di bumi Gondanglegi Malang.
Dalam keterangannya Kaji Hafidz sapaan akrab anggota DPRD Kabupaten Malang ini harapannya agar kegiatan ini menjadi kegiatan berkelanjutan agar menjadi daya tarik pengunjung “Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan setiap tahunnya sehingga menjadi daya tarik bagi wisatawan diluar gondanglegi khususnya, dan juga berharap kepada masyarakat gondanglegi untuk terus melestarikan budaya leluhur” ujar politisi PDIP Kabupaten Malang ini.
Bapak Purwoto, S.Sos, M.Si selaku Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Malang juga menyampaikan apresiasinya dan menegaskan bahwa acara haul ini bisa meningkatkan perekonomian warga. “Semoga kegiatan kirab budaya dan Haul Mbah Sogol ini bisa meningkatkan pendapatan daerah khususnya warga lokal Gondanglegi sehingga berharap untuk tahun ke tahun berikutnya bisa semakin meriah sehingga menjadi ciri khas gondanglegi” tuturnya.












