Malang | Koranbangsa.com — M. Miftahul Masykhuri resmi diangkat sebagai mandataris Ketua PMII Komisariat Ibnu Sina berdasarkan hasil Rapat Tahunan Komisariat (RTK) XII yang digelar pada Minggu hingga Senin dini hari, 1–2 Maret 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Sekolah Alam TPQ RA Karomatus Sa’adah, Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Forum RTK XII yang menjadi agenda tertinggi di tingkat komisariat itu berjalan dinamis. Meski pada akhirnya Miftahul Masykhuri ditetapkan melalui mekanisme aklamasi, proses menuju penetapan tersebut tidak berlangsung tanpa dinamika.
Sejak awal persidangan, sempat muncul satu nama lain yang mencalonkan diri untuk memperebutkan posisi ketua komisariat. Pencalonan tersebut menjadi bagian dari dinamika demokrasi internal organisasi kader yang berdiri di bawah naungan Nahdlatul Ulama itu.
Namun, setelah melalui sejumlah tahapan dan mekanisme persidangan, forum memasuki tahap verifikasi dan pemeriksaan persyaratan calon. Pada tahap inilah salah satu kandidat dinyatakan gugur karena tidak memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan dalam tata tertib dan aturan organisasi.
Dalam persyaratan pencalonan disebutkan bahwa calon Ketua Komisariat tidak diperkenankan merangkap jabatan sebagai pimpinan di organisasi lain. Sementara kandidat tersebut diketahui masih aktif menjabat sebagai Wakil Presiden Mahasiswa di kampusnya. Kondisi itu membuatnya tidak lolos dalam tahapan verifikasi administrasi.
Dengan gugurnya satu-satunya penantang, forum kemudian secara mufakat menetapkan M. Miftahul Masykhuri sebagai mandataris Ketua PMII Komisariat Ibnu Sina melalui mekanisme aklamasi.
Pelaksanaan RTK XII sendiri berlangsung khidmat namun tetap penuh semangat kaderisasi. Selain agenda pemilihan ketua, forum juga menjadi ruang evaluasi kepengurusan sebelumnya serta perumusan arah gerak organisasi ke depan.
Sebagai mandataris ketua terpilih, Miftahul Masykhuri mengemban amanah untuk menyusun struktur kepengurusan baru serta menjalankan roda organisasi selama satu periode ke depan. Ia diharapkan mampu memperkuat konsolidasi kader dan meningkatkan peran komisariat dalam menjawab tantangan intelektual serta sosial di lingkungan kampus dan masyarakat. (*)












