Malang | Koranbangsa.com — Kademangan, NU Online – Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) MTs Badrussalam Indonesia sukses menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) untuk periode 2024-2025. Kegiatan yang berlangsung khidmat di aula madrasah setempat ini menjadi wadah regenerasi kepemimpinan sekaligus evaluasi program kerja satu tahun ke belakang.
Rangkaian acara diawali dengan prosesi opening ceremony yang dihadiri oleh Kepala Madrasah selaku pembina organisasi, PAC IPNU IPPNU Pagelaran, perwakilan dewan guru, serta seluruh anggota PK IPNU IPPNU MTs Badrussalam. Suasana penuh semangat dan kekeluargaan mewarnai pembukaan kegiatan tahunan ini.
Agenda utama rapat dilanjutkan dengan penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) pengurus periode 2024-2025. Di hadapan forum, jajaran pengurus memaparkan realisasi program kerja, capaian, serta kendala yang dihadapi. Proses ini menjadi cerminan transparansi dan akuntabilitas organisasi dalam menjalankan amanah.
Setelah laporan diterima dan dibahas, momen demisioner pun tiba. Secara simbolis, seluruh pengurus periode 2024-2025 resmi meletakkan jabatannya, menandai berakhirnya masa khidmat mereka. “Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi pembelajaran berdemokrasi yang nyata bagi para siswa,” ujar Khusnul Aisyah, S.Si selaku pembina dalam sambutannya.
Puncak acara yang paling dinanti adalah pemilihan ketua baru untuk periode selanjutnya. Melalui mekanisme musyawarah dan pemungutan suara, forum berhasil memilih nahkoda baru yang akan memimpin roda organisasi IPNU dan IPPNU di tingkat komisariat.
Terpilih Rekan Aiko Amazaky Syukur sebagai Ketua IPNU, dan Rekanita Sava Nur Avidatul sebagai ketua IPPNU periode 2025-2026.
Kegiatan Rapat Anggota PK IPNU IPPNU MTs Badrussalam ditutup dengan pembacaan doa bersama dan dilanjutkan dengan mushofahah (salam-salaman). Momen penutup ini memperkuat jalinan silaturahmi antar anggota dan pengurus, baik yang lama maupun yang baru, serta meneguhkan kembali semangat kaderisasi pelajar NU di lingkungan madrasah.












