Malang | Koranbangsa.com — Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H. Ali Ahmad, S.H., atau yang akrab disapa Gus Ali, melaksanakan roadshow sosialisasi pengawasan pemilu di wilayah Malang Raya, bekerja sama dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 7 hingga 9 Oktober 2025, ini menjadi upaya konkret untuk memperkuat sinergi antara DPR RI, Bawaslu, dan masyarakat dalam mengawal proses demokrasi yang bersih dan berintegritas.
Rangkaian roadshow dimulai pada 7 Oktober 2025 di Hall Hotel 101 Kota Malang bersama Bawaslu Kota Malang. Hari berikutnya, 8 Oktober 2025, kegiatan berlanjut di Hotel Grand Miami Kepanjen bersama Bawaslu Kabupaten Malang, dan ditutup pada 9 Oktober 2025 di Hotel Aston Kota Batu bersama Bawaslu Kota Batu.
Dalam setiap kesempatan, Gus Ali menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan pemilu bukan hanya tanggung jawab penyelenggara atau pengawas, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.
“Pemilu yang bersih hanya bisa terwujud jika semua pihak ikut terlibat. Tidak cukup hanya mengandalkan Bawaslu atau KPU, tetapi perlu partisipasi aktif masyarakat dalam mengawasi dan melaporkan setiap potensi pelanggaran,” tegas Gus Ali di hadapan peserta.
Lebih lanjut, Gus Ali menyampaikan harapannya agar kegiatan sosialisasi seperti ini mampu membangkitkan kesadaran publik tentang pentingnya menjaga nilai-nilai demokrasi dan mencegah politik uang, ujaran kebencian, serta praktik curang lainnya.
“Kita ingin pemilu 2029 menjadi pesta demokrasi yang bermartabat, bebas dari politik uang, dan menjadi ajang adu gagasan, bukan adu fitnah. Karena dari pemilu yang baik, lahir pemimpin yang amanah dan berpihak pada rakyat,” pesan Gus Ali.
Menurutnya, masyarakat perlu terus diberi edukasi agar memahami hak dan tanggung jawabnya sebagai pemilih cerdas. Ia juga mengapresiasi kinerja Bawaslu di tiga wilayah Malang Raya yang terus menjaga integritas dan profesionalisme dalam setiap tahapan pemilu.
Roadshow yang dihadiri berbagai elemen masyarakat, tokoh pemuda, hingga akademisi ini mendapat sambutan positif karena dinilai mampu memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan demokrasi yang sehat dan berkeadilan. (*)












