MALANG | KORANBANGSA.COM – Suasana Dusun Sukosari, Desa Rejoyoso, Kecamatan Bantur pada Kamis, 7 Agustus 2025 pagi terasa lebih semarak dari biasanya. Ratusan warga hadir di rumah Haji Hosi untuk mengikuti Posyandu Keluarga, sebuah acara rutin yang kali ini terasa istimewa berkat kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 03 Universitas Raden Rahmat (UNIRA) Malang.
Dengan semangat gotong royong, para mahasiswa KKN-T ini turut membantu bidan desa dan 18 kader kesehatan dalam melayani sekitar 200 warga. Pelayanan kesehatan yang diberikan mencakup berbagai usia, mulai dari balita hingga lansia. Berkat kerja sama yang baik antara semua pihak, acara Posyandu Keluarga ini berjalan lancar dan sukses.
Posyandu Sukosari II bukan sekadar posyandu biasa, tetapi telah dinobatkan sebagai yang paling mandiri dan terbaik di Desa Rejoyoso. Berada di bawah naungan Puskesmas Wonokerto, posyandu ini dikenal cerdas dalam berinovasi. Mereka tak hanya sekadar menimbang balita, tetapi juga menawarkan layanan ekstra seperti cek gula darah dan tensi gratis, serta menyediakan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dengan menu yang lezat. Uniknya, jika ada warga yang berhalangan hadir, tim kader akan melakukan sweeping atau mendatangi rumah warga satu per satu untuk memberikan pelayanan.
Deteksi Dini sebagai Kunci Utama Kesehatan Warga
Posyandu Keluarga ini hadir dengan satu tujuan mulia yaitu menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan seluruh keluarga. Prosesnya terstruktur, mulai dari pendaftaran, pengukuran fisik, hingga pemeriksaan kesehatan sesuai kelompok usia. Ketua Kader Kesehatan, Iis Purwati, menegaskan pentingnya deteksi dini.
“Saya harap warga di dusun Sukosari II sadar akan pentingnya kesehatan. Kalau mereka sadar dan mau, misalnya terjangkit penyakit sesuatu akan terdeteksi sejak dini, kami bisa menangani dan dilaporkan ke puskesmas. Akhirnya, penyakit menular bisa teratasi dan tidak menyebar.”
Antusiasme Mengagumkan dan Harapan Masa Depan
Respon warga terhadap pelayanan yang diberikan benar-benar mengagumkan. Bahkan, banyak yang rela antre sejak pagi sebelum acara dimulai. Arifah, salah seorang warga, menyampaikan kesannya.
“Pelayanannya bagus, rutin, dan harapannya sehat.”
Suksesnya Posyandu Sukosari II yang cakupannya meliputi banyak RT dari 34 hingga 42 menjadi inspirasi. Bidan Desa, Siti Kholila, Amd.Keb., berharap model posyandu ini bisa dicontoh pos-pos lain.
“Sementara ini posyandu keluarga masih ada empat, harapannya semua posyandu aktif karena kalau posyandu keluarga harus mencakup semua umur atau semua siklus hidup, sehingga tidak menumpuk di satu posyandu. (*)












