Berita  

Anggota DPRD Kota Malang dari PKB Gelar Reses, Tampung Gagasan Terminal Wisata di Kecamatan Sukun

MALANG | KORANBANGSA.COM — Muhammad Anas Muttaqin, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB), kembali menggelar reses untuk menyerap aspirasi masyarakat di Kecamatan Sukun, Kota Malang, pada Senin (4/8/2025). Kegiatan yang berlangsung di GOR Tirtasari ini dihadiri sekitar 100 peserta dari Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Sukun.

Dalam reses tersebut, berbagai aspirasi masyarakat disampaikan, termasuk salah satunya gagasan untuk membangun terminal wisata di Kota Malang. Menanggapi hal ini, Anas yang akrab disapa Sam Anas menyatakan ketertarikannya terhadap ide tersebut. Ia menilai terminal wisata bisa menjadi solusi pemanfaatan tiga terminal yang ada di Kota Malang, yang saat ini fungsi operasionalnya dinilai kurang maksimal.

“Malang punya tiga terminal, namun fungsinya belum optimal. Kalau direvitalisasi, salah satunya mungkin bisa kita jadikan terminal wisata. Ini ide yang cukup menarik, meskipun tentu perlu kajian lebih lanjut,” ujar Sam Anas.

Lebih lanjut, Sam Anas menjelaskan bahwa Kota Malang memiliki karakter wisata yang berbeda dibandingkan daerah sekitar seperti Batu dan Kabupaten Malang. Kota Malang dikenal dengan wisata kota, wisata belanja, dan wisata heritage, meski belum memiliki wisata alam maupun agrowisata. Oleh karena itu, potensi wisata kota harus dimaksimalkan agar dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.

“Saya sepakat dengan gagasan terminal wisata, karena Malang tidak bisa lepas dari kawasan Malang Raya. Wisatawan yang datang ke Batu atau Kabupaten biasanya juga mampir ke Kota Malang, yang masing-masing punya karakter berbeda,” tambah Anas.

Sebagai Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Anas berkomitmen menjadikan gagasan terminal wisata sebagai bahan diskusi di komisi serta mengusulkannya kepada Pemerintah Kota Malang. Menurutnya, terminal wisata dapat menjadi titik transit yang strategis untuk mengurangi kemacetan di pusat kota dan memudahkan mobilitas wisatawan.

“Jika semua kendaraan langsung masuk ke pusat kota, akan terjadi kemacetan karena ruas jalan terbatas. Dengan adanya terminal wisata atau tempat transit di tengah kota, kita bisa menyediakan transportasi kecil yang mengantar wisatawan ke berbagai destinasi seperti Kayutangan, Jalan Ijen, mall, dan Alun-Alun,” jelas Anas.

Ia menegaskan bahwa ide ini merupakan pemikiran besar yang membutuhkan kajian mendalam, dan pihaknya siap menampung serta mengembangkan gagasan tersebut demi kemajuan wisata dan ekonomi Kota Malang.