MALANG | KORANBANGSA.COM – Kabupaten Malang kembali menyimpan potensi wisata alam yang belum banyak dikenal masyarakat luas. Salah satunya adalah Coban Ampe-Ampe, air terjun alami yang terletak di perbatasan antara Kecamatan Gedangan dan Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Meskipun belum dikelola secara resmi sebagai destinasi wisata, Coban Ampe-Ampe menyimpan daya tarik khas yang sayang untuk dilewatkan.
Nama Ampe-Ampe sendiri berasal dari bentuk tebing di sekitar air terjun yang menyerupai bagian atas rumah tradisional, seperti atap atau rangka ampe-ampe. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Pak Bambang, salah satu warga setempat yang kerap menjadi penunjuk arah bagi para pengunjung. “Tebingnya itu mirip kaya ampe-ampe rumah zaman dulu, makanya dinamai begitu,” ujarnya.
Untuk mencapai lokasi air terjun, pengunjung harus memarkirkan kendaraannya dan kemudian menempuh jarak sekitar 200 meter dengan berjalan kaki. Jalur yang dilalui cukup menantang, terutama di musim hujan. Kondisi jalan yang naik-turun dan licin membuat akses menuju coban ini tidak direkomendasikan saat cuaca buruk.
Namun, keindahan Coban Ampe-Ampe justru memuncak saat musim hujan tiba. Air yang mengalir deras menciptakan dua aliran utama air terjun, ditambah beberapa aliran kecil dari mata air di sekitarnya. Meski demikian, kehadiran tiga batu besar di tengah aliran air membuat jatuhan air utama tidak sepenuhnya terlihat. Pada musim kemarau, ketika debit air menurun, pengunjung bahkan bisa menaiki batu-batu besar tersebut dan menikmati pemandangan dari ketinggian.
Dulu, Coban Ampe-Ampe cukup sering dikunjungi. Meski tidak terlalu ramai, hampir setiap hari ada saja yang datang untuk berfoto, beristirahat, atau sekadar menikmati udara segar. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, jumlah pengunjung terus menurun hingga akhirnya nyaris tidak ada lagi.
Hingga kini, pengunjung tidak dikenakan tarif atau retribusi apa pun. Akses menuju lokasi masih tergolong alami, dengan petunjuk arah yang terbatas dan sebagian dalam kondisi rusak.
Dengan segala keunikan dan keasrian yang dimiliki, Coban Ampe-Ampe menyimpan potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata alam lokal. Perlu perhatian dan keterlibatan berbagai pihak agar coban ini tidak hanya menjadi cerita dari warga sekitar, melainkan bisa menjadi daya tarik wisata baru yang ramah lingkungan dan berbasis kearifan lokal. (*)












